
Ifonti.com – Sebanyak 3 orang terjebak di Kawasan PT Antam Unit Bisnis Pertambangan Emas (UBPE) Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar). Ketiganya merupakan penambang lokal yang tidak berhasil keluar area tambang saat peristiwa kemunculan asap terjadi pada Selasa pekan lalu (13/1). Antam memastikan bahwa lokasi tambang tersebut sudah ditutup.
Berdasar data dari Basarnas pada Selasa (20/1), ketiga penambang lokal itu berasal dari Desa Urug, Kecamatan Sukajaya. Masing-masing berinisial AK, AJ, dan AD. Untuk mencari 3 orang tersebut, Kantor SAR Jakarta mengerahkan personel Basarnas Special Group (BSG).
Dalam keterangan resminya, Kepala Kantor SAR Jakarta Desiana Kartika Bahari menyampaikan bahwa pengerahan BSG dilaksanakan menindaklanjuti laporan dari masyarakat terkait peristiwa terjebaknya sejumlah penambang di kawasan PT Antam UBPE Pongkor pada minggu (18/1).
Menurut penambang lokal yang berhasil keluar, peristiwa bermula pada Selasa dini hari pekan lalu. Setelah asap mendadak muncul dari dalam area galian tambang tersebut, beberapa penambang berhasil keluar. Namun, mereka memperkirakan masih ada beberapa penambang lokal yang berada di dalam galian dan membutuhkan pertolongan SAR.
”Kami segera melakukan asesmen di lokasi kejadian serta menghimpun informasi yang akurat dari para saksi dan pihak manajemen PT Antam, mulai dari Minggu (18/1) hingga senin (19/1) malam tadi,” ungkap Desiana.
Dari hasil asesmen awal tersebut, diketahui bahwa area tambang tersebut merupakan lokasi yang telah ditutup oleh PT Antam. Dia menyatakan bahwa Tim SAR tidak langsung bergerak karena perlu melakukan identifikasi untuk mengukur potensi risiko sebelum pelaksanaan operasi SAR berlangsung.
Berdasar hasil pemeriksaan lanjutan, Desiana menyatakan bahwa kondisi struktur di dalam area tambang dinilai tidak stabil. Terdapat beberapa titik yang mengalami pelapukan dan kandungan udara yang tidak layak. Sehingga membutuhkan peralatan khusus seperti Self Contained Breathing Apparatus (SCBA) dan Peralatan SAR lain untuk ruang terbatas.
”Karena jalur penambangan yang sempit dengan diameter kurang lebih 1 meter,” ujarnya.
Hari ini, upaya pencarian dilaksanakan dengan membagi Tim SAR menjadi 2 kelompok. Pertama tim pencarian di lokasi kejadian, kedua tim siaga yang bertugas sebagai evakuasi dan medis. Operasi SAR tersebut melibatkan Tim Rescue Basarnas dan Emergency Response Team (ERT) PT Antam UBPE Pongkor dengan dukungan peralatan SAR yang memadai.