
Lonjakan perjalanan masyarakat saat libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dibayangi persoalan keselamatan. Dari puluhan ribu bus yang diperiksa Kementerian Perhubungan, hampir sepertiganya atau lebih dari 30% bus dinyatakan tidak layak beroperasi.
Kementerian Perhubungan mendata hanya 70.080 unit bus di dalam negeri yang diizinkan beroperasi selama Nataru 2025/2026. Sementara itu, hampir 34.000 unit bus harus mendapatkan perbaikan hingga dilarang operasional karena melanggar administrasi atau tidak layak.
“Ini adalah bukti komitmen dalam melaksanakan penyelenggaraan angkutan Natal dan tahun baru agar lebih berkeselamatan dan tertib pada aturan,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan dalam keterangan resmi, Kamis (1/1).
Aan menyampaikan pemeriksaan bus yang ingin beroperasi selama Nataru 2025/2026 telah dilakukan sejak 7 November 2025 sampai hari ini, Kamis (1/1). Mayoritas pemeriksaan dilakukan pada bus antar kota dan antar provinsi atau AKAP hingga 50.577 unit.
Baca juga:
- Pembangunan Kawasan Yudikatif-Legislatif IKN Dimulai, Alokasi Dana Rp 20 Triliun
- Ketegangan Saudi – UEA di Yaman Memanas, Kemenlu RI Serukan Dialog Damai
- Cukai Rokok Tak Naik di 2026, Industri Tembakau Diharap Bangkit Usai Ramai PHK
Adapun pemeriksaan kelayakan dilakukan pada kendaraan angkutan darat umum lainnya, seperti buss antar kota dalam provinsi sejumlah 47.879 unit, angkutan pariwisata sebanyak 2.313 unit, dan angkutan darat lainnya senilai 3.254 unit.
Selain pemeriksaan, Aan menyampaikan tugas pemerintah saat ini memastikan keselamatan lalu lintas dengan inspeksi terhadap seluruh angkutan darat. Inspeksi fokus dilakukan pada terminal tipe A, depo bus, jalan rawan menuju lokasi wisata, dan lokasi wisata.
Dengan demikian, mayoritas inspeksi dilakukan di kawasan pariwisata seluruh Pulau Jawa dan Bali, kecuali DKI Jakarta dan DI Yogyakarta. Aan mencatat telah menilang delapan bus saat menginspeksi tempat peristirahatan di Kilometer 45A Tol Jakarta-Bogor-Ciawi.
Kemenhub memproyeksikan total masyarakat yang melakukan perjalanan selama Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 mencapai 119,5 juta orang. Separuh dari angka proyeksi tersebut atau 60,53 juta orang diprediksi memanfaatkan musim libur Nataru 2025/2026 secara penuh.
Sekitar 38,8 juta orang diperkirakan mulai melakukan perjalanan pada libur Tahun Baru 2026. Sementara itu, total perjalanan selama libur Natal 2025 diproyeksikan dilakukan 20,17 juta orang.
Masyarakat yang menggunakan transportasi umum melakukan perjalanan pada Nataru 2025/2026 hanay sekitar 12%. Secara rinci, 8,17% masyarakat diprediksi menggunakan bus, mobil sewa, maupun mobil travel.
Aan mengimbau seluruh operator bus dan pengemudi angkutan orang agar mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku. “Bawa dokumen resmi kelengkapan berkendara, pastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan, pastikan kondisi kesehatan pengemudi, dan utamakan keselamatan dan keamanan penumpang,” katanya.