
Ifonti.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona hijau pada hari perdana perdagangan tahun 2026. Di hari pertama 2026, IHSG dibuka naik 0,39% ke level 8.685 pada Jumat (2/1).
Perdagangan perdana tahun 2026 dibuka tanpa kehadiran Presiden Prabowo Subianto. Pasar hari ini dibuka oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Ketua Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Mukhamad Misbakhun, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, Gubernur BI Perry Warjiyo, dan Direktur Utama BEI, Iman Rachman.
Asal tahu saja, perdagangan terakhir di tahun 2025 ditutup dengan penguatan tipis. IHSG ditutup naik 0,031% ke level 8.646,94 pada akhir perdagangan Selasa (30/12/2025) lalu.
Rupiah Spot Dibuka Melemah di Level Rp 16.702 per Dolar AS, Jumat (2/1)
Di hari terakhir perdagangan tahun 2025, Selasa (30/12), aliran dana asing tercatat keluar Rp 937,79 miliar di seluruh pasar dan Rp 888,53 miliar di pasar reguler.
Sejak awal tahun, aliran dana asing sayangnya tercatat keluar Rp 17,34 triliun year to date di seluruh pasar dan Rp 42,34 triliun YTD di pasar reguler.
IHSG juga mampu mencetak rekor All Time High (ATH) sebanyak 24 kali sepanjang tahun 2025, meski sempat tertekan di paruh pertama tahun 2025.
Penguatan IHSG itu juga sejalan dengan pertumbuhan basis investor pasar modal.
Berdasarkan data BEI, per 29 Desember 2025, jumlah Single Investor Identification (SID) mencapai 20,32 juta, dengan jumlah investor saham menembus 8,59 juta. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp 16.000 triliun atau setara sekitar 70% dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Likuiditas transaksi pun mencetak rekor baru, dengan rata-rata nilai transaksi harian mencapai Rp 18,06 triliun.