
Ifonti.com – JAKARTA. PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) mencatat kinerja positif sepanjang Januari – September 2025. Ekspansi yang dilakukan perseroan diproyeksi menjadi katalis pendorong kinerja ENRG ke depannya.
ENRG mengantongi pendapatan US$ 361 juta per kuartal III-2025, meningkat 13% secara year on year (yoy). Sementara laba bersih ENRG tumbuh 9% yoy menjadi US$ 56 juta.
Sukarno Alatas, Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia mengatakan, pendapatan yang diraih didukung kontribusi yang lebih kuat dari aset penghasil minyak termasuk Blok Bentu, Sengkang, Siak, dan Kampar.
Meskipun pertumbuhan pendapatan moderat, EBITDA perseroan naik menjadi US$ 217 juta (naik 26% yoy). Hal ini mencerminkan efisiensi operasional yang kuat meskipun lintasan pendapatan lebih lemah.
Pefindo Sematkan Peringkat idA+ untuk Energi Mega Persada (ENRG), Prospek Stabil
Tercatat, harga minyak turun 14% yoy, sedangkan harga gas naik 7% yoy, membantu meredam kinerja pendapatan secara keseluruhan.
“Secara operasional, produksi minyak meningkat menjadi 8.381 barel per hari (naik 6% yoy), membantu mengimbangi volume gas yang lebih rendah (turun 2% yoy),” ujar Sukarno dalam risetnya pada 17 Desember 2025.
Sukarno menambahkan bahwa volume minyak yang lebih tinggi dan harga gas yang membaik membantu menyerap dampak harga minyak yang lebih lemah dan produksi gas yang lebih rendah.
Sementara itu, Juan Harahap, Analis Samuel Sekuritas Indonesia menilai ekspansi besar di Production Sharing Contract (PSC) Bentu, Riau, untuk mendukung pertumbuhan perseroan jangka Panjang.
Terbitkan Obligasi, Energi Mega Persada (ENRG) Berkomitmen Perkuat Kinerja
Dalam kunjungan lapangan baru-baru ini ke aset gas terbesar ENRG, Bentu, di Pekanbaru, Riau, memberikan wawasan berharga tentang ekspansi operasional perusahaan yang sedang berlangsung dan tujuan pertumbuhan jangka panjang.
Selama kunjungan tersebut, Samuel Sekuritas mengunjungi fasilitas-fasilitas utama termasuk Pabrik Gas Segat 1 & 2, lokasi pengeboran pengembangan Sumur North Segat 16, Kompresor Booster di Pabrik Gas Segat, dan Fasilitas Pengolahan Kondensat Dalam North Segat yang sedang dibangun. Semua komponen tersebut terintegrasi dan menjadi strategi pertumbuhan ENRG.
ENRG Chart by TradingView
Selain itu, ENRG sedang mengerjakan beberapa fasilitas lain, termasuk lapangan Central East Napuh (CEN) dan Pabrik Kondensat North Segat untuk mendukung tidak hanya rencana ekspansi jangka panjangnya.
Akan tetapi juga meningkatkan produksi jangka pendek menjadi 86–90 MMscfd pada tahun 2026 dari 78 MMscfd saat ini, dibantu oleh kegiatan pengeboran yang berkelanjutan.
Harga Saham Energi Mega Persada (ENRG) Melesat Tajam, Ini Penyebabnya
“ENRG baru-baru ini mengumumkan penemuan gas signifikan dengan Absolute Open Flow (AOF) sebesar 120 MMSCFD pada tahun 2027 di Formasi Tacipi di Walanga Timur (sumur eksplorasi EWL-1), yang terletak di dalam Kontrak Bagi Hasil Produksi (PSC) Sengkang di Sulawesi Selatan,” ujar Juan dalam risetnya pada 16 Desember 2025.
Sumur tersebut saat ini telah menunjukkan tingkat produksi sebesar 25–36 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD), meskipun tingkat produksi aktual akan diselesaikan dalam kerja sama dengan SKK Migas selama proses Plan of Development (POD).
Kegiatan pengeboran tambahan dijadwalkan mulai tahun 2026 dan seterusnya untuk sepenuhnya menilai kemampuan produksi lapangan dengan potensi peningkatan cadangan dari 0,2 Trillion Cubic Feet (TCF) menjadi 0,5 TCF atau lebih.
Ke depan, ENRG berencana mengalokasikan US$ 30 juta pada belanja modal (capital expenditure) tahun 2026-2027 untuk pengembangan lapangan gas East Walanga. Termasuk satu sumur penilaian dan tiga sumur pengembangan, dengan tambahan US$ 10 juta yang dialokasikan untuk infrastruktur pipa yang terhubung ke pabrik Walanga.
“Penemuan gas di PSC Sengkang ini diharapkan dapat meningkatkan secara signifikan kinerja keuangan dan nilai pemegang saham ENRG,” kata Juan.
Energi Mega Persada (ENRG) Catat Kenaikan Penjualan dan Laba di Kuartal III-2025
Abida Massi Armand, Analis BRI Danareksa Sekuritas mengatakan, ENRG memiliki prospek kinerja yang positif pada awal 2026. Ini didorong oleh ambisi peningkatan produksi menuju target 100.000 Barrel of Oil Equivalent Per Day (BOEPD) pada tahun 2030.
Pertumbuhan ini didukung secara objektif oleh penemuan cadangan gas signifikan di Blok Sengkang melalui sumur EWL-1 serta penguasaan penuh 100% kepemilikan di Blok Kangean yang memperkuat basis produksi gas perseroan.
“Alokasi belanja modal sebesar US$ 200 juta untuk tahun 2026 dan tren kenaikan laba bersih sebesar 19,6% pada periode sebelumnya memberikan landasan finansial yang kuat untuk melanjutkan ekspansi operasional secara agresif,” ujar Abida kepada Kontan, Selasa (13/1/2026).
Abida menyampaikan tantangan utama yang dihadapi ENRG pada awal 2026 mencakup volatilitas harga minyak global, di mana harga minyak Brent diproyeksikan berada di kisaran US$ 56 hingga US$ 58 per barel akibat kondisi surplus pasokan.
Usai Privat Placement, Ini Rencana Energi Mega Persada (ENRG) Hingga 2026
Dari sisi operasional, Abida menyebut bahwa perusahaan harus mengelola risiko teknis pengeboran dan ketepatan waktu eksekusi proyek untuk memastikan target produksi tidak terhambat oleh kendala lapangan atau perizinan.
Namun, manajemen secara proaktif memitigasi risiko ini melalui strategi efisiensi biaya produksi dan perbaikan struktur permodalan, termasuk penurunan rasio utang terhadap ekuitas untuk menjaga ketahanan keuangan.
Juan memproyeksikan pendapatan dan laba bersih ENRG tahun 2025 dapat mencapai US$ 505 juta dan US$ 82 juta.
Energi Mega Persada (ENRG) Raih Kenaikan Penjualan Bersih 18% di Semester I-2025
Pendapatan dan laba bersih tahun 2026 diproyeksi mencapai US$ 522 juta dan US$ 95 juta. Adapun pada tahun 2024, ENRG mengantongi pendapatan sebesar US$ 467 juta dan laba bersih US$ 75 juta.
Sukarno, Juan, dan Abida merekomendasikan Buy saham ENRG dengan target harga masin-masing Rp 1.720 per saham, Rp 2.300 per saham, dan Rp 1.710 per saham.