
Ifonti.com , JAKARTA — Bank Indonesia (BI) melaporkan kinerja kegiatan dunia usaha pada kuartal IV/2025 melambat apabila dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, meski tetap berada di zona ekspansi.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Ramdan Denny Prakoso memaparkan nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 10,61% pada kuartal IV/2025. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan capaian kuartal III/2025 yang mencatatkan SBT sebesar 11,55%.
Meski terjadi perlambatan secara kuartalan (quarter to quarter/QtQ), BI menilai kinerja kegiatan usaha tetap terjaga, ditopang oleh momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru yang mendorong permintaan domestik.
: Libur Nataru, Kegiatan Dunia Usaha di Malang Tumbuh Positif Triwulan IV/2025
“Kinerja mayoritas Lapangan Usaha [LU] tercatat positif dengan SBT tertinggi pada LU Jasa Keuangan, LU Perdagangan Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil dan Motor, LU Industri Pengolahan, LU Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib, LU Informasi dan Komunikasi, serta LU Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum,” jelas Denny dalam keterangannya, Senin (19/1/2026).
Perinciannya, sektor Jasa Keuangan mencatatkan SBT sebesar 1,95%, diikuti oleh Perdagangan Besar dan Eceran sebesar 1,21%, serta Industri Pengolahan sebesar 1,18%. Kenaikan aktivitas di sektor perdagangan dan transportasi dinilai sejalan dengan peningkatan mobilitas dan konsumsi masyarakat selama periode libur akhir tahun.
: : Kenaikan UMP Tekan Dunia Usaha, Lapangan Kerja Berisiko Makin Sempit
Kendati demikian, perlambatan laju kegiatan usaha secara umum tertahan oleh kontraksi yang terjadi pada sektor primer. Lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan mencatatkan penurunan kegiatan usaha dengan SBT -0,73%.
BI menjelaskan penurunan kinerja sektor pertanian ini disebabkan oleh faktor musiman, yang mana subsektor Tanaman Pangan memasuki masa tanam di sentra pangan utama seperti Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.
Selain itu, subsektor tanaman hortikultura dan perkebunan juga tertekan akibat curah hujan tinggi dan bencana banjir di beberapa wilayah.
Sejalan, sektor pertambangan dan penggalian juga masuk ke fase kontraksi dengan SBT -0,04%, turun dari kuartal sebelumnya yang masih tumbuh 0,64%. Cuaca ekstrem dilaporkan menjadi faktor penghambat utama aktivitas pertambangan pada periode tersebut.
Di sisi lain, kondisi ketenagakerjaan menunjukkan perbaikan didorong oleh sektor Perdagangan dan Transportasi untuk mengantisipasi lonjakan permintaan akhir tahun. Setelah sempat terkontraksi pada kuartal III/2025, penggunaan tenaga kerja pada kuartal IV/2025 kembali tumbuh positif dengan SBT 0,72%.
Saldo Bersih (SB) Likuiditas juga tercatat sebesar 18,72%, meningkat dari 15,96% pada kuartal sebelumnya. Kemampuan perusahaan mencetak laba atau rentabilitas juga membaik dengan SB 16,51%, yang dibarengi dengan persepsi responden yang menilai akses kredit perbankan menjadi lebih mudah pada periode laporan.
Pada kuartal I/2026, responden survei BI optimistis kegiatan usaha akan kembali meningkat. Bank Indonesia memprakirakan SBT kegiatan usaha pada kuartal I/2026 akan menembus level 12,93%.
Optimisme tersebut didorong oleh ekspektasi panen raya pada sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang diprediksi mencatat SBT 1,95%. Selain itu, sektor Industri Pengolahan serta Perdagangan Besar dan Eceran juga diproyeksikan tumbuh lebih tinggi seiring dengan peningkatan permintaan masyarakat menjelang bulan Ramadan dan Idulfitri 1447 H.