
Ifonti.com – JAKARTA. PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) berencana untuk melakukan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue pasca akuisisi PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT).
Cimanggis Cibitung Tollways merupakan aset strategis yang baru diambilalih oleh PT Bakrie Toll Indonesia (BTI) pada tahun 2025.
“Dengan demikian, perseroan menilai perlu untuk melaksanakan PMHMETD dalam rangka optimalisasi struktur pendanaan terkait Pengambilalihan CCT serta mendukung modal kerja dan pengembangan usaha perseroan dan CCT,” tulis manajemen BNBR dalam keterbukaan informasi Senin (19/1/2026).
BNBR akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 90.000.000.000 (sembilan puluh miliar) lembar saham baru seri E yang berasal dari saham portepel dengan nilai nominal sebesar Rp 12 per saham.
Darma Henwa (DEWA) Realisasikan Dana Rp 480 Miliar untuk Buyback Saham
Oleh karenanya, BNBR berencana menggelar RUPSLB untuk meminta persetujuan pemegang saham dan membahas terkait harga pelaksanaan.
Manajemen BNBR bilang, perseroan bermaksud untuk menggunakan seluruh dana yang diterimanya dari rights issue (setelah dikurangi dengan seluruh biaya, ongkos, dan pengeluaran lainnya yang terkait dengan PMHMETD) untuk pembayaran kewajiban perseroan dan/atau anak perusahaan kepada kreditur, serta untuk modal kerja di perseroan dan/atau anak perusahaan.
“Rencana PMHMETD akan memberikan pengaruh kepada pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD miliknya untuk melakukan pembelian saham baru, yang mana persentase kepemilikan saham di perseroan akan terdilusi hingga sebanyak-banyaknya 33,33% setelah dilaksanakannya HMETD,” ungkapnya.
Prajogo Pangestu Borong 3 Juta Saham Barito Pacific (BRPT): Investor Cuan atau Cemas?
Asal tahu saja, penandatanganan sale & purchase agreement (SPA) antara pihak BTI, PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), dan PT Waskita Toll Road (WTR) dilakukan di Jakarta, Jumat (28/11/2025).
Pengambilalihan Cimanggis Cibitung Tollways dilakukan melalui pembelian 72.000.000 lembar saham, atau setara dengan 90% dari seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam Cimanggis Cibitung Tollways. Sebelum transaksi, BNBR punya 10% saham di CCT, baik secara langsung atau melalui BTI.
Rincian transaksinya, sebanyak 44.000.000 saham Cimanggis Cibitung Tollways yang dimiliki oleh SMI atau setara dengan 55% dari seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam Cimanggis Cibitung Tollways; dan sebanyak 28.000.000 saham Cimanggis Cibitung Tollways yang dimiliki WTR atau setara dengan 35% dari seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam Cimanggis Cibitung Tollways, dengan total nilai pengambilalihan sebesar Rp 1 triliun.
Selain itu, BTI juga mengambilalih piutang SMI dan WTR kepada Cimanggis Cibitung Tollways sehubungan dengan pinjaman dari pemegang saham Cimanggis Cibitung Tollways yang diberikan oleh SMI dan WTR, dengan total nilai Rp 2,56 triliun yang merupakan pokok dari pinjaman dari pemegang saham tersebut.