
Ifonti.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 124,37 poin atau 1,36% ke 9.010,33 pada akhir perdagangan Rabu (21/1/2026).
Sebanyak 179 saham naik, 546 saham turun dan 77 saham stagnan. Hanya dua indeks sektoral yang selamat ke zona hijau. Sedangkan sembilan indeks sektoral lainnya masuk zona merah.
Indeks sektoral yang menguat adalah sektor barang konsumen non siklikal yang naik 0,58% dan sektor barang baku yang naik 0,14%.
Sedangkan indeks sektoral dengan pelemahan terdalam adalah sektor perindustrian yang turun 6,33%, sektor properti turun 3,44% dan sektor transportasi yang turun 3,04%.
IHSG Berpeluang Tertekan, Cermati Saham Rekomendasi Analis pada Kamis (22/1)
Total volume perdagangan saham di bursa hari ini mencapai 60,37 miliar saham dengan total nilai Rp 33,60 triliun.
Analis memberikan rekomendasi teknikal sejumlah saham untuk perdagangan Kamis (22/1/2026). Simak ulasan lengkapnya:
1. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)
Dalam jangka pendek, pergerakan TLKM masih relatif sideways meskipun hari ini bergerak terkoreksi dan disertai dengan munculnya tekanan jual. MACD masih melandai di area positif dan Stochastic cenderung menyempit di area netral. Pada perdagangan Rabu (21/1), harga saham TLKM ditutup stagnan dibandingkan perdagangan sehari sebelumnya, di level Rp 3.600 per saham.
Rekomendasi: Wait and See
Support: Rp 3.530
Resistance: Rp 3.700
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana
Restrukturisasi Fiber Jadi Sentimen Positif, Cek Rekomendasi Saham TLKM, ISAT & EXCL
2. PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI)
Pertimbangan pergerakan saham ASRI yakni muncul long black body dengan RSI melemah namun volume perdagangan meningkat. Bisa entry buy jika bertahan di Rp 167 – Rp 171 per saham. Pada perdagangan Rabu (21/1), saham ASRI ditutup melemah 3,91% ke level Rp 172 per saham.
Rekomendasi: Trading Buy
Support: Rp 166
Resistance: Rp 185
Achmad Yaki BCA Sekuritas
3. PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP)
INKP berpotensi mengalami koreksi menuju area Rp 9.300 – Rp 9.600 apabila harga mulai turun di bawah level Rp 9.900. Indikator MACD menunjukkan kondisi netral. Pada perdagangan Rabu (21/1), saham INKP ditutup melemah 0,25% ke level Rp 10.075 per saham.
Rekomendasi: Hold atau Buy on Weakness
Support: Rp 9.175
Resistance: Rp 10.925
Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova
Harga Pulp Melonjak: Begini Nasib INKP, TKIM, SWAT ke Depan