Ini alasan Zoho bertahan tetap menjadi perusahaan privat dan belum IPO

Ifonti.com  CHENNAI. Zoho Corporation, perusahaan teknologi asal India yang telah memiliki 30 kantor global hingga kini masih menjadi perusahaan privat. 

CEO ManageEngine, Rajesh Ganesan, mengungkapkan, alasan dari keputusan ini karena keyakinan kuat para pendiri untuk membangun produk teknologi secara jangka panjang tanpa tekanan eksternal.

Sejak awal berdiri, ManageEngine memiliki visi yang jelas, yakni membangun produk dari India dengan fokus penuh pada pengembangan teknologi. Rajesh menjelaskan bahwa opsi lain seperti mencari pendanaan eksternal atau melantai di bursa memang dapat memberikan suntikan dana yang besar, namun juga membawa konsekuensi serius.

Zoho Corporation Bakal Kembangkan Pasar Lewat Strategi Hiper-Lokal

“Pendanaan eksternal atau IPO selalu datang dengan ekspektasi investor, terutama terkait exit dan pertumbuhan jangka pendek. Tekanan ini bisa memengaruhi arah dan prioritas perusahaan,” ujarnya.

Menurut Rajesh, banyak produk teknologi yang sukses saat ini justru membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk matang. Ia mencontohkan solusi endpoint management ManageEngine yang membutuhkan hampir satu dekade sebelum mendapatkan penerimaan pasar karena kompleksitas teknologinya. 

Bahkan secara global, hanya segelintir perusahaan yang mampu mengembangkan solusi serupa.

Di sisi lain, ManageEngine juga mengembangkan produk-produk lain seperti email, instant messaging, payroll, dan project management. Produk-produk tersebut menjadi sumber pendapatan yang memungkinkan perusahaan berinvestasi jangka panjang pada solusi yang lebih kompleks.

“Kami tidak memiliki sumber daya sebesar Google atau Microsoft, tetapi dengan pendekatan jangka panjang, kami berhasil membangun produk spreadsheet yang kini setara dengan Google Sheets dan Microsoft Excel,” kata Rajesh.

Ia menegaskan bahwa status sebagai perusahaan privat memberi ManageEngine kendali penuh atas arah dan masa depan perusahaan. “Kami tidak memiliki crystal ball 30 tahun lalu. Ini lebih soal keyakinan dan konsistensi menjalani keputusan tersebut,” tambahnya.

Pertamina International Shipping (PIS) Angkut 170 Miliar Liter BBM dan LPG di 2025