
Indeks saham utama Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup menguat. Penyokongnya adalah pasar yang menantikan laporan keuangan minggu ini dari perusahaan-perusahaan besar yang tergabung dalam kelompok Magnificent Seven, seperti Microsoft, Apple, Tesla, dan Meta Platforms dan Bank Sentral AS yaitu Federal Reserve (The Fed) yang dijadwalkan merilis pernyataan kebijakan moneternya pada Rabu (28/1).
Mengutip Reuters, Indeks Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 313,69 poin (0,64 persen) ke 49.412,40. Indeks S&P 500 (.SPX) naik 34,69 poin (0,50 persen) ke 6.950,30. Sementara Nasdaq Composite (.IXIC) naik 100,11 poin (0,43 persen) ke 23.601,36.
“Yang terlihat hari ini (Senin), sektor komunikasi dan teknologi diperdagangkan dengan baik menjelang rilis laporan keuangan banyak perusahaan besar,” kata Chief Investment Officer Northlight Asset Management di Charlotte, North Carolina Chris Zaccarelli, dikutip dari Reuters, Selasa (27/1).
“Sepertinya kita sedang melihat pertumbuhan laba perusahaan dan ekspansi ekonomi. Secara umum, investor bersikap optimistis secara hati-hati dan menantikan musim laporan keuangan,” imbuhnya.
The Fed diperkirakan akan menahan suku bunga, berdasarkan CME FedWatch Tool, sementara investor akan mencermati pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell terkait arah kebijakan moneter.
Analis Barclays menilai, meskipun sikap The Fed yang cenderung hawkish secara hati-hati dan data ekonomi yang kuat dapat menopang dolar AS, potensi intervensi di pasar yen justru bisa memperburuk arus dana dolar yang sudah lemah.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun 2,4 basis poin ke 4,215 persen. Lelang obligasi AS tenor dua tahun senilai USD 69 miliar dinilai kuat oleh analis.