
Ifonti.com JAKARTA. Manajemen PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan melakukan diskusi lebih lanjut dengan MSCI usai membekukan evaluasi indeks Indonesia dan perubahan lainnya.
Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia Kautsar Primadi mengatakan BEI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) akan terus melakukan diskusi dengan MSCI.
“Sebelumnya, kami telah melakukan peningkatan keterbukaan dengan menyampaikan pengumuman data free float di website BEI,” kata dia, Rabu (28/1).
Dampak MSCI: IHSG Anjlok 6,53%, BREN dan BBCA Merana di Awal Perdagangan
Kautsar bilang jika dirasakan MSCI belum cukup, BEI akan terus melakukan diskusi atas transparansi data sesuai proposal MSCI untuk menemukan kesepakatan.
Seperti diketahui, MSCI mengumumkan akan menerapkan perlakuan sementara terhadap pasar Indonesia dengan membekukan sejumlah perubahan dalam evaluasi indeks, efektif mulai rebalancing Februari 2026.
MSCI akan membekukan seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS), serta tidak mengimplementasikan penambahan saham baru ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI).
Selain itu, MSCI juga meniadakan kenaikan segmen ukuran indeks, termasuk migrasi saham dari Small Cap ke Standard. Hal ini diterapkan untuk memitigasi risiko turnover indeks dan risiko investabilitas.
“Sekaligus memberikan waktu bagi otoritas pasar terkait untuk menghadirkan peningkatan transparansi yang lebih bermakna,” tulis pengumuman MSCI yang dirilis pada Selasa (27/1/2026) malam.
IHSG Dibuka Rontok 6% Lebih ke 8.398, Top Losers LQ45: DSSA, EXCL & BRPT, Rabu (28/1)
Dalam pengumuman terpisah, MSCI menyampaikan langkah untuk mengurangi potensi reverse turnover pada Index Review Mei 2026 yang dapat timbul akibat penerapan metodologi pembulatan free float yang ditingkatkan.