
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) merombak indeks bergengsi LQ45. BEI memasukkan saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) ke dalam indeks LQ45 dalam evaluasi mayor untuk periode Februari–April 2026, menggantikan posisi PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES).
Adapun perubahan ini akan mulai efektif pada 2 Februari 2026 sampai dengan 30 April 2026.
Menanggapi hal ini, Direktur PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk Gregory S. Widjaja, menegaskan keluarnya ACES dari indeks LQ45 tidak berdampak pada kinerja perusahaan. Menurutnya, perubahan tersebut dipengaruhi faktor eksternal yang berada di luar kendali perusahaan serta kondisi pasar.
Arahan Presiden: Percepat Demutualisasi BEI, Dorong Bursa Jadi Perusahaan Go Public
“Secara bisnis kami tentunya fokus pada strategi perusahaan,” kata Gregory saat ditemui di Tangerang Selatan, Kamis (29/1/2026).
Gregory menambahkan, ACES terus menjalankan berbagai inisiatif strategis, mulai dari ekspansi dan peremajaan toko untuk meningkatkan pengalaman pelanggan, pengembangan produk, hingga peluncuran merek baru seperti NEKA.
“Seluruh strategi ini terus berjalan dan kami optimistis dapat membawa perusahaan ke arah pertumbuhan yang lebih baik,” ucapnya.
Terkait peluang kembali masuk ke indeks LQ45, Gregory menerangkan bahwa ACES memilih untuk fokus pada perbaikan kinerja internal. Ia menilai, jika fundamental perusahaan terus membaik, maka pergerakan harga saham akan mengikuti secara alami melalui mekanisme pasar.
Intervensi Danantara Dinilai Bisa Perburuk Penilaian MSCI terhadap Bursa RI
“Kami enggak goreng-goreng, kami bukan tipe perusahaan yang fokus ke arah sana. Fokus kami lebih ke kinerja perusahaan sendiri, itu yang paling penting,” tutupnya.