
Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup melemah pada Jumat (30/1), seiring investor mencermati pencalonan mantan Gubernur Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh oleh Presiden Donald Trump sebagai pengganti Jerome Powell.
Selain itu, pasar juga mencerna laporan kinerja keuangan perusahaan dan data inflasi yang tinggi.
Mengutip Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average turun 179,09 poin atau 0,36 persen ke level 48.892,47. S&P 500 melemah 29,98 poin atau 0,43 persen ke 6.939,03, sementara Nasdaq Composite merosot 223,30 poin atau 0,94 persen ke 23.461,82.
Selain menilai risiko ketegangan AS dengan sejumlah negara, termasuk Iran, investor juga mencemaskan potensi penutupan kembali pemerintahan AS setelah muncul hambatan baru di Senat terhadap kesepakatan yang bertujuan memastikan kelanjutan pendanaan operasional lembaga pemerintah.
Di lingkungan The Fed, Warsh yang berusia 55 tahun diperkirakan akan mendukung penurunan suku bunga, tetapi tidak sejauh pelonggaran moneter agresif yang dikaitkan dengan beberapa kandidat lainnya.
Masa jabatan Powell pun akan berakhir pada Mei, dan jika dikonfirmasi oleh Senat, Warsh akan memimpin bank sentral yang selama ini ia nilai perlu mengurangi perannya dalam perekonomian dan meninjau kembali pendekatan kebijakan moneternya.
“Pasar sedang menyesuaikan diri dengan pilihan Trump terhadap Kevin Warsh dan prospek kebijakan moneter,” kata Chief Investment Officer di Citizens Wealth, Michael Hans. Ia juga menyoroti terjadinya pembalikan pola perdagangan terbaru, dengan dolar AS menguat pada Jumat (30/1) dan logam mulia mengalami aksi jual tajam.

Sementara itu, dari sisi kinerja emiten, saham Apple kembali menguat dan ditutup naik 0,4 persen setelah sebelumnya sempat tertekan, sehari setelah produsen iPhone itu merilis laporan keuangan kuartalan.
Dari sisi data ekonomi, harga produsen tercatat meningkat lebih tinggi dari perkiraan pada Desember, mengindikasikan inflasi berpotensi meningkat dalam beberapa bulan ke depan.
“Ada kombinasi kekhawatiran investor terkait pengumuman calon ketua The Fed, kinerja teknologi yang beragam, tekanan inflasi yang masih bertahan, serta ketidakpastian mengenai potensi penutupan pemerintahan meskipun kemungkinan berlangsung singkat,” ujar Senior Global Strategist di Edward Jones, Angelo Kourkafas.
Indeks saham berkapitalisasi kecil Russell 2000, yang belakangan mengungguli indeks saham berkapitalisasi besar, justru tertinggal pada Jumat dengan penurunan 1,6 persen.
Meski demikian, Russell 2000 menutup bulan dengan kenaikan lebih dari 5 persen, dibandingkan kenaikan bulanan S&P 500 sebesar 1,4 persen dan Nasdaq sebesar 0,9 persen. Sementara itu, Dow Jones naik 1,7 persen sepanjang Januari, mencatatkan kenaikan bulanan selama sembilan bulan berturut-turut, terpanjang sejak 2018.
Sektor material memimpin pelemahan di antara 11 sektor utama S&P 500 dengan penurunan 1,9 persen, seiring saham-saham perusahaan tambang emas dan perak yang tercatat di AS merosot mengikuti aksi jual besar-besaran pada harga emas dan perak.
Sebaliknya, sektor barang konsumsi defensif menjadi sektor dengan kenaikan terbesar, naik 1,4 persen. Saham Colgate-Palmolive menjadi penguat utama di sektor tersebut dengan lonjakan 5,9 persen, setelah produsen pasta gigi dan sabun itu memproyeksikan penjualan tahunan di atas perkiraan Wall Street, didorong oleh permintaan yang stabil di pasar seperti Amerika Latin dan Eropa.
Investor memberikan respons beragam terhadap laporan kinerja perusahaan berkapitalisasi besar pekan ini, di tengah peringatan bahwa belanja modal dalam jumlah besar akan tetap ditoleransi selama pertumbuhan kinerja terus berlanjut.
Di sisi lain, Apple menutup pekan dengan proyeksi pertumbuhan pendapatan kuartal Maret yang lebih tinggi dari perkiraan, hingga 16 persen, namun memperingatkan bahwa kenaikan harga chip memori mulai menekan profitabilitas.
Saham Microsoft ditutup turun 0,7 persen pada Jumat (30/1), setelah anjlok 10 persen pada Kamis, yaitu penurunan harian terdalam sejak Maret 2020 setelah pendapatan layanan komputasi awannya dinilai kurang memuaskan. Saham Meta juga ditutup melemah 3 persen.
Setelah turun pada Kamis (29/1) usai merilis laporan keuangan, saham Tesla naik 3,3 persen pada Jumat (30/1) dan menjadi kontributor penguatan terbesar bagi S&P 500, menyusul laporan SpaceX yang tengah menjajaki kerja sama dengan produsen kendaraan listrik tersebut dan perusahaan lain milik Elon Musk.
Jumlah saham yang melemah melampaui saham yang menguat dengan rasio 1,59 banding 1 di Bursa New York (NYSE), di mana tercatat 247 saham mencetak level tertinggi baru dan 154 saham mencatat level terendah baru. Di Nasdaq, 1.599 saham menguat dan 3.222 saham melemah, dengan rasio saham turun terhadap naik sebesar 2,02 banding 1.
Indeks S&P 500 mencatat 19 saham yang menyentuh level tertinggi baru dalam 52 minggu dan 10 saham terendah baru, sementara Nasdaq Composite mencatat 72 saham tertinggi baru dan 205 saham terendah baru.
Volume perdagangan di bursa AS mencapai 23,88 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 19,42 miliar saham dalam 20 hari perdagangan terakhir.