Moody’s pangkas outlook RI, rupiah kembali melemah pada Jumat (6/2) pagi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah kembali melemah setelah Moody’s menurunkan outlook Indonesia menjadi negatif, mempertegas tekanan sentimen global terhadap aset berisiko.

Mengutip Bloomberg, Jumat (6/2/2026) pukul 09.10 WIB, rupiah spot ada di level Rp 16.881 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 0,23% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 16.842 per dolar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong menilai keputusan Moody’s semakin membebani pergerakan rupiah yang sebelumnya sudah tertekan oleh sentimen negatif pasar global.

Rupiah Spot Melemah 0,23% ke Rp 16.881 per Dolar AS, Jumat (6/2) Pagi

“Pastinya negatif, semakin membebani rupiah setelah minggu lalu outlook pasar ekuitas Indonesia juga diturunkan menjadi underweight oleh Goldman Sachs dan UBS,” ujar Lukman kepada Kontan, Jumat (6/2/2026).

Ia menjelaskan, tekanan terhadap rupiah juga diperparah oleh meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global yang mendorong investor menghindari aset berisiko.

“Ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global serta sentimen risk off di ekuitas global semakin membuat investor menghindari aset dan mata uang berisiko,” katanya.

IHSG Anjlok ke Bawah Level 8.000 Jumat (6/2) Pagi, MDKA, BRPT, INCO Top Losers LQ45

Ke depan, Lukman memandang tekanan terhadap rupiah masih akan berlanjut karena minimnya katalis positif dalam waktu dekat.

“Masih sangat tertekan, belum ada sentimen yang positif saat ini maupun dalam jangka pendek hingga menengah ke depan,” tutupnya.