Laba bersih Indosat (ISAT) sepanjang 2025 naik 12,2% ditopang ARPU dan jaringan 5G

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Indosat Tbk (ISAT) telah merilis laporan keuangan periode tahun 2025. 

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dikutip dari laman resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (9/2/2026), Indosat membukukan pendapatan sebesar Rp 56,52 triliun pada 2025, tumbuh 1,1% secara tahunan.

EBITDA tercatat mencapai Rp 26,59 triliun atau naik 0,8% year on year (yoy), dengan margin EBITDA stabil di level 47,1%.

Sementara itu, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak 12,2% secara tahunan menjadi Rp 5,51 triliun. Pada kuartal IV-2025, pendapatan Indosat mencapai Rp 15,36 triliun atau tumbuh 9,3% secara kuartalan.

Harga Emas Cetak Rekor, Maybank Sekuritas Kerek Target Harga Saham Antam (ANTM)

Dari sisi segmen usaha, pendapatan selular masih menjadi kontributor utama dengan nilai Rp 47,36 triliun atau setara 83,8% dari total pendapatan. Segmen Multimedia, Komunikasi, Data dan Internet (MIDI) mencatat pertumbuhan 4,5% menjadi Rp 8,34 triliun, didorong kenaikan layanan IT. Adapun pendapatan telekomunikasi tetap turun 5,4% menjadi Rp 817,6 miliar.

Kinerja operasional juga menunjukkan perbaikan, tercermin dari ARPU seluler gabungan yang naik 10,5% secara kuartalan pada kuartal IV 2025 menjadi Rp 44.000. Total basis pelanggan tercatat 93,7 juta pelanggan, yang terdiri dari 91,9 juta pelanggan prabayar dan 1,8 juta pelanggan pasca bayar.

“Sepanjang 2025, kami tetap fokus menjaga profitabilitas sekaligus meningkatkan kualitas layanan melalui penguatan jaringan dan efisiensi operasional,” tulis manajemen Indosat dalam keterbukaan informasi di laman resmi BEI, Senin (9/2/2026).

Dari sisi infrastruktur, Indosat mengoperasikan 213.898 BTS 4G pada akhir 2025, bertambah sekitar 18.000 BTS sepanjang tahun. Ekspansi jaringan 5G juga dilakukan secara agresif dengan total 6.872 BTS, melonjak signifikan dibandingkan hanya 107 BTS pada tahun sebelumnya. Penguatan jaringan ini menopang pertumbuhan trafik data sebesar 9,2% yoy menjadi 17.655 petabyte.

Indosat juga memperkuat kapabilitas teknologi melalui peresmian AI-RAN Research Center di Surabaya pada November 2025, hasil kolaborasi dengan Nokia dan NVIDIA. Selain itu, perusahaan bekerja sama dengan Qualcomm untuk mengimplementasikan Qualcomm Dragonwing RAN Automation Suite guna meningkatkan efisiensi jaringan berbasis kecerdasan artifisial.

Harga Emas Cetak Rekor, Maybank Sekuritas Kerek Target Harga Saham Antam (ANTM)

Dari sisi keuangan, total aset Indosat mencapai Rp 118,63 triliun per 31 Desember 2025. Posisi kas dan setara kas tercatat Rp 5,07 triliun, dengan utang bersih sebesar Rp 10,32 triliun. Rasio utang bersih terhadap EBITDA tetap terjaga di level yang sehat.

Sepanjang 2025, Indosat mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 13,28 triliun, di mana sekitar 78,6% difokuskan untuk mendukung pertumbuhan layanan data pada bisnis selular.