Dana jumbo BPJS Ketenagakerjaan siap borong saham usai IHSG tergerus

Ifonti.com  JAKARTA. BPJS Ketenagakerjaan menyatakan siap meningkatkan investasi di pasar saham di tengah rencana Bursa Efek Indonesia (BEI) menggandakan batas minimum free float emiten.

Melansir Reuters Rabu (11/2/2026), Direktur Investasi BPJS Ketenagakerjaan Edwin Ridwan mengatakan, lembaganya siap menyerap saham-saham baru yang diterbitkan, khususnya emiten dengan fundamental kuat.

Saham Big Banks Rabu (11/2): BBRI Menguat, BMRI Paling Tertekan

Langkah ini sejalan dengan target perseroan untuk meningkatkan porsi investasi saham hingga 25% pada 2028.

BPJS Ketenagakerjaan saat ini mengelola aset senilai Rp 900,7 triliun atau sekitar US$53,69 miliar, menjadikannya salah satu investor institusi terbesar di Indonesia.

Pernyataan tersebut muncul setelah sekitar US$120 miliar kapitalisasi pasar saham Indonesia menguap sejak MSCI bulan lalu memperingatkan bahwa Indonesia berisiko diturunkan statusnya menjadi pasar frontier.

Peringatan itu terkait keterbatasan transparansi data pasar yang dinilai mengaburkan kepemilikan saham dan praktik perdagangan.

Sebagai bagian dari upaya menjawab kekhawatiran MSCI, Indonesia berencana menaikkan batas minimum free float atau porsi saham yang beredar bebas di public menjadi 15% dari saat ini 7,5% secara bertahap.

Kuota Nikel Dipangkas 30%, Saham Aneka Tambang (ANTM) Direkomendasikan Trading Buy

Dengan kenaikan free float, emiten berpotensi menerbitkan saham tambahan untuk memenuhi ketentuan baru. BPJS Ketenagakerjaan menyatakan siap menjadi salah satu pembeli, selama saham tersebut memiliki prospek dan kinerja yang solid.

Langkah ini diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas pasar sekaligus memperkuat basis investor domestik di tengah tekanan eksternal.