Batavia AM bidik AUM reksadana tumbuh dua digit pada 2026

Ifonti.com – JAKARTA. PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen (Batavia AM) optimistis menargetkan pertumbuhan pada dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) di tahun ini.

Kondisi ini sejalan dengan industri reksadana yang mengawali tahun 2026 dengan kinerja positif.

Asal tahu saja, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat per 29 Januari 2026, Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksadana mencapai Rp 714,04 triliun, tumbuh 5,73% mtm.

Nilai ini meningkat dibandingkan NAB per akhir Desember 2025 yang sebesar Rp 675,32 triliun atau tumbuh 4,80% mtm.

AUM Reksa Dana Melonjak Awal 2026, Pinnacle Bidik Tumbuh Dua Digit

Tren kinerja NAB yang solid di awal Januari tersebut didukung oleh net subscription investor reksadana yang kuat, yaitu mencapai Rp 41,18 triliun mtm. Adapun di akhir Desember, net subscription sebesar Rp 23,91 triliun mtm.

Direktur Batavia Prosperindo Aset Manajemen, Eri Kusnadi mengatakan, meskipun peluang di pasar saham mulai terlihat lebih menarik tahun ini, preferensi investor masih cenderung mengarah ke instrumen yang lebih defensif.

“Seharusnya equity mulai menarik tahun ini. Namun animo investor kelihatannya masih ke fixed income dan money market, dengan berbagai noise dan news yang ada. Karena kedua reksadana ini memberikan steady income dan volatilitas yang lebih rendah,” ujarnya Eri kepada Kontan, Selasa (10/2/2026).

Untuk prospek sepanjang 2026, Batavia AM tetap optimistis terhadap pertumbuhan industri reksadana. Dari sisi internal, Batavia AM menargetkan pertumbuhan dana kelolaan dua digit pada tahun ini. Sebagai gambaran, total dana kelolaan Batavia AM pada tahun lalu tercatat sebesar Rp 49,5 triliun.

IHSG Bergejolak: Emas, SBN Ritel, dan Reksadana Bisa Jadi Pilihan Aset Safe Haven

“Kami targetkan double digit growth,” bidiknya.

Dengan target tersebut, Batavia AM optimistis dapat meningkatkan dana kelolaan secara signifikan sepanjang 2026, seiring dengan tetap terjaganya minat investor terhadap instrumen reksadana.