
Ifonti.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis (19/2/2026), sejalan dengan reli bursa Asia.
Mengutip data RTI pukul 09.15 WIB, IHSG naik 0,46% atau 37,813 poin ke level 8.348,040. Sebanyak 316 saham menguat, 221 saham melemah, dan 171 saham stagnan.
Total volume perdagangan mencapai 7,8 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 3,7 triliun.
Rupiah Spot Melemah 0,22% ke Rp 16.922 per Dolar AS pada Kamis (19/2) Pagi
Secara sektoral, delapan indeks sektoral menopang laju IHSG pagi ini. Tiga sektor dengan kenaikan tertinggi yakni IDX-Basic yang naik 1,85%, IDX-Energy menguat 1,53%, dan IDX-NonCyc bertambah 0,58%.
Top Gainers LQ45:
- PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) naik 6,53% ke Rp 1.795
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI) naik 5,63% ke Rp 300
- PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) naik 3,37% ke Rp 9.200
Top Losers LQ45:
- PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) turun 1,56% ke Rp 2.520
- PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) turun 0,95% ke Rp 520
- PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) turun 0,76% ke Rp 1.310
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp 4.000 Jadi Rp 2.916.000 Per Gram, Kamis (19/2/2026)
MEDC Chart by TradingView
Sentimen Global Positif, Tapi Geopolitik Membayangi
Penguatan IHSG sejalan dengan kenaikan bursa Asia yang terdorong reli saham teknologi di Wall Street.
Indeks MSCI Asia-Pasifik di luar Jepang naik 0,5%, Nikkei Jepang menguat 0,85%, dan Kospi Korea Selatan melonjak sekitar 3% ke rekor tertinggi.
Reli tersebut mengikuti lonjakan saham Nvidia setelah mengumumkan kesepakatan multi-tahun memasok chip kecerdasan buatan ke Meta Platforms.
Namun, pasar global masih dibayangi ketegangan AS–Iran yang menjaga harga minyak tetap tinggi.
Bursa Asia Menguat Ikuti Wall Street, Sejumlah Pasar Kembali dari Libur Imlek
Brent berada di kisaran US$70,31 per barel setelah melonjak lebih dari 4% sehari sebelumnya, sementara WTI di US$65,10 per barel.
Di sisi lain, harga emas stabil di sekitar US$4.963,99 per ons troi, ditopang permintaan aset safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik.
Dengan kombinasi sentimen positif sektor komoditas dan dorongan global dari saham teknologi, pelaku pasar domestik masih mencermati perkembangan geopolitik serta arah kebijakan moneter global untuk menentukan langkah selanjutnya.