Data terbaru pemegang saham BUMI dengan kepemilikan jumbo

Ifonti.com – , JAKARTA – Terdapat dua investor yang masuk ke dalam daftar pemegang saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) dengan kepemilikan jumbo memasuki akhir Februari 2026.

Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) yang dikutip Senin (23/2/2026), terdapat dua investor yang masuk ke dalam daftar pemegang saham BUMI dengan kepemilikan di atas 5% per 19 Februari 2026.

Pertama, Mach Energy (Hongkong) Limited yang dikendalikan oleh Grup Bakrie dan Grup Salim. Jumlah kepemilikan mereka terkini sebanyak 170 miliar lembar atau setara dengan 45,78%.

: Diam-Diam Kurangi Kepemilikan Saham BUMI

Kedua, UBS SWITZERLAND AG yang memegang 18,94 miliar saham BUMI hingga 19 Februari 2026. Kepemilikan itu setara dengan persentase 5,10%.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal III/2025, Bumi Resources membukukan pendapatan US$1.037,3 juta per akhir September 2025. Realisasi itu tumbuh 11,9% dibandingkan dengan US$926,9 juta periode yang sama tahun lalu.

: : Indeks Bisnis-27 Ditutup Melamah, Saham BUMI, ANTM, hingga INKP Masih Melaju

Beban pokok pendapatan perseroan tercatat juga mengalami kenaikan 5,1% secara year-on-year (yoy) dari US$833,3 juta menjadi US$876,0 juta pada kuartal III/2025.

Sementara itu, beban usaha BUMI tercatat mengalami kenaikan 12,8% yoy dari US$68,2 juta pada kuartal III/2024 menjadi US$76,9 juta per akhir kuartal III/2025.

Kendati demikian, laba usaha yang dibukukan oleh Bumi Resources tercatat mengalami kenaikan 231,9% secara tahunan menjadi US$84,4 juta per akhir September 2025.

Setelah dikurangi sejumlah beban seperti pajak penghasilan, Bumi Resources membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk US$29,4 juta pada kuartal III/2025. Realisasi itu turun 76,1% dari US$122,9 juta periode yang sama tahun lalu.

“Meskipun menghadapi kondisi pasar yang menantang dan harga batu bara yang menurun, Bumi Resources berhasil mencatatkan profitabilitas operasional yang positif dengan margin yang membaik berkat efisiensi dan pengelolaan biaya yang disiplin,” tulis Manajemen Bumi Resources dalam siaran pers kinerja keuangan 9 bulan 2025.

Sementara itu, Bumi Resources menargetkan penjualan batu bara dapat mencapai 77 juta hingga 78 juta ton pada tahun 2026. Target penjualan ini disebut tidak berubah signifikan dari tahun 2025.

Direktur Bumi Resources Maringan M. Ido Hotna menjelaskan panduan kinerja BUMI pada 2026 untuk penjualan kurang lebih akan sama dengan tahun 2025 ini. Dia menjelaskan target penjualan untuk Kaltim Prima Coal (KPC) untuk 2026 adalah sebesar 53,5 juta ton, dan untuk Arutmin sebesar 22 juta hingga 23 juta ton.

“Jadi total antara 77 hingga 78 juta ton [penjualan] di 2026,” jelasnya.

Bumi Resources Tbk. – TradingView

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.