
Ifonti.com JAKARTA. PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) optimistis prospek industri kelapa sawit nasional tetap positif seiring meningkatkan kebutuhan minyak nabati global, meski dihadapkan pada dinamika harga CPO dan tantangan global.
Direktur Utama Sawit Sumbermas Sarana Jap Hartono menjelaskan SSMS terus memperkuat efisiensi operasional dan optimalisasi produktivitas kebun guna menjaga daya saing dan kinerja perusahaan.
“Strategi pengendalian biaya dan pengelolaan operasional yang terintegrasi menjadi fokus utama perseroan dalam merespons perkembangan industri,” jelasnya dalam keterangan resmi, Senin (23/2/2026).
Transparansi Pemegang Saham Dinilai Jadi Kunci yang Bisa Meredam Saham Gorengan
Jap bilang dengan strategi yang adaptif dan fondasi bisnis yang solid, SSMS optimistis dapat terus menciptakan nilai tambah bagi pemangku kepentingan serta berkontribusi terhadap perkembangan industri sawit.
Equity Research Analyst Mirae Asset Sekuritas Farras Farhan dan Wilbert Arifin menilai SSMS memasuki fase kinerja laba yang secara struktural lebih kuat, didorong oleh pemulihan produktivitas dan peningkatan efisiensi pengolahan.
Produktivitas tandan buah segar SSMS mencapai 24 ton per hektar pada 2026, Oil Extraction Rate (OER) membaik ke kisaran 26–27%. Dus, produksi CPO SSMS berpotensi melampaui 686.000 ton.
Farras dan Wilbert menilai volume hilir yang stabil serta asumsi harga jual rata-rata (ASP) yang lebih tinggi, visibilitas pendapatan semakin kuat sehingga ekspansi margin dan leverage laba yang berkelanjutan.
“Prospek keuangan ke depan mencerminkan peningkatan laba secara struktural, didorong oleh kontribusi CPO yang lebih besar, margin yang meningkat, serta operasi hilir yang stabil,” tulisnya dalam riset.
Research Analyst MNC Sekuritas Raka Junico menambahkan akuisisi PT Sawit Mandiri Lestari oleh SSMS bersifat strategis dan positif bagi SSMS karena secara signifikan memperluas area tertanam. “Meningkatkan produktivitas tandan buah segar gabungan serta memperkuat throughput segmen hilir yang pada akhirnya mendorong profitabilitas yang lebih tinggi dan berkelanjutan,” jelasnya.
Raka mempertahankan rekomendasi beli SSMS dengan target harga di Rp 2.000 per saham, yang mencerminkan valuasi Price Earning (PE) sebesar 11,2 kali dengan Price Book Value (PBV) sebesar 3,9 kali di 2026.
Direktur Utama MDTV Mengundurkan Diri, Harga Saham NETV Turun
Mirae Asset Sekuritas juga mempertahankan rekomendasi beli SSMS dengan target harga di Rp 2.300 per saham. Ini mencerminkan valuasi 17,4 kali PE pada 2026 dan EV/ha sebesar Rp 392,8 juta.