Kinerja Jasa Marga (JSMR) lampaui ekspektasi, tapi target saham dipangkas

Ifonti.com  JAKARTA. PT Jasa Marga Tbk (JSMR) telah membukukan kinerja di sepanjang 2025 melampaui ekspektasi para analis. Perusahaan jasa jalan tol ini membukukan pendapatan sebesar Rp 19,8 triliun atau tumbuh 5,8% secara tahunan. 

Realisasi kinerja tersebut menurut Maybank Sekuritas setara dengan 99% dari proyeksi sebesar Rp 19,9 triliun. JSMR mencatat EBITDA Rp 13,3 triliun atau naik 5,2% secara year on year (yoy) dengan margin 67%. Kinerja tersebut didukung pengelolaan biaya yang tetap terjaga, meskipun belanja operasional tunai meningkat 9,3% yoy menjadi Rp 3,9 triliun. 

Sementara itu, laba bersih Jasa Marga pada 2025 mencapai Rp 3,7 triliun atau turun 19% yoy, namun masih sesuai dengan estimasi analis, yakni sekitar 96% dari perkiraan sebelumnya. 

Hartadinata Abadi (HRTA): Permintaan Emas Meningkat di Tengah Gejolak Geopolitik

Menurut Analis Maybank Sekuritas Indonesia Etta Rusdiana Putra, momentum pertumbuhan masih berlanjut. Selain itu, rencana penegakan kebijakan Over Dimension Over Load (ODOL) mulai Januari 2027 dipandang positif karena berpotensi menekan biaya operasional sekaligus meningkatkan lalu lintas dan pendapatan.

Untuk tahun 2026, Etta memproyeksikan pendapatan Jasa Marga naik sekitar 5% yoy menjadi Rp 20,7 triliun. EBITDA diperkirakan mencapai Rp 14 triliun dengan margin 68%, sedangkan laba bersih diproyeksikan sekitar Rp 3,8 triliun.

Perusahaan ini diperkirakan mengalokasikan belanja modal sekitar Rp 12 triliun pada 2026, lebih tinggi dari estimasi sebelumnya Rp 10 triliun. Maybank Sekuritas juga menaikkan asumsi dividen menjadi sekitar Rp 1,1 triliun untuk periode 2026–2027, dari proyeksi sebelumnya Rp 500 miliar dan Rp 668 miliar.

Dalam paparan kepada analis, manajemen Jasa Marga juga menjawab kekhawatiran pasar terkait kemungkinan akuisisi jalan tol milik perusahaan konstruksi. Perusahaan ini menegaskan lebih memilih mengakuisisi jalan tol yang sudah menghasilkan dan dengan harga yang wajar.

Namun demikian, Etta menilai peluang akuisisi jalan tol pada 2026 relatif kecil karena perusahaan kemungkinan akan lebih fokus pada pengembangan proyek yang sudah ada.

Ke depan, Jasa Marga akan tetap memprioritaskan lima proyek yang sedang berjalan dengan rencana belanja modal sekitar Rp 12 triliun–Rp 14 triliun pada 2026.

Meski demikian, masih terdapat sejumlah faktor yang dapat membebani sentimen pasar terhadap saham perseroan. Beberapa di antaranya adalah profitabilitas anak usaha terutama di luar Jawa yang berpotensi membutuhkan tambahan utang atau injeksi modal, wacana konsolidasi jalan tol ke perusahaan konstruksi, serta ketidakpastian ekspansi jalan tol di Jawa Selatan yang berpotensi menghadapi trafik lebih rendah dan biaya pembangunan per kilometer lebih tinggi akibat kondisi geografis pegunungan.

Perluas Basis Investor, Itsec Asia (CYBR) Rencanakan Stock Split 1:2

“Namun kami melihat peningkatan rasio pembayaran dividen dapat menjadi penopang bagi saham Jasa Marga, dengan estimasi imbal hasil dividen sekitar 4,7% pada tahun 2026,” kata Etta dalam riset 6 Maret2026. 

Etta pun memberi rekomendasi beli saham JSMR dengan target Rp 4.500. Target ini lebih rendah dari target sebelumnya di Rp 6.000.  Penurunan target harga ini dipengaruhi potensi peningkatan utang Jasa Marga. “Target harga kami yang baru setara dengan valuasi 9,3 kali EV/EBITDA tahun 2026, atau sekitar 8,5 kali P/E dan 0,8 kali P/BV untuk proyeksi tahun 2026,” ujar Etta dalam risetnya.