
Ifonti.com JAKARTA. PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) membukukan penurunan kinerja sepanjang tahun 2025.
Dalam laporan keuangan yang disampaikan di keterbukaan informasi, Senin (16/3/2026), pendapatan neto SMRA tercatat Rp 8,76 triliun sepanjang 2025. Pendapatan ini turun 17,47% dari Rp 10,62 triliun di tahun 2024.
Segmen pengembangan properti menyumbang mayoritas ke pendapatan, yaitu Rp 5,5 triliun. Lalu, segmen properti investasi Rp 2,22 triliun dan segmen lain-lain Rp 981,12 miliar.
Beban pokok penjualan dan beban langsung ikut turun ke Rp 4,36 triliun tahun lalu dari sebelumya Rp 5,16 triliun di 2024.
Nilai Kapitalisasi Bursa Ditargetkan Rp 25.000 Triliun, Ambisius Tapi Realistis
Laba kotor menjadi Rp 4,39 triliun di akhir Desember 2025, turun 19,45% secara tahunan alias year on year (YoY) dari Rp 5,46 triliun.
SMRA mengantongi laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih menjadi Rp 766,55 miliar di 2025, menyusut 44,18% YoY dari Rp 1,37 triliun di 2024.
Dengan kinerja tersebut, laba per saham dasar menjadi Rp 46,43 di akhir tahun lalu, turun dari Rp 83,19 di akhir 2024.
Per 31 Desember 2025, SMRA punya total aset Rp 38,34 triliun. Ini naik dari Rp 33,53 triliun per 31 Desember 2024.
Total liabilitas SMRA sebesar Rp 22,33 triliun di akhir Desember 2025, naik dari Rp 19,7 triliun di akhir Desember 2024. Sementara, total ekuitas tercatat Rp 16 triliun per akhir 2025, naik dari Rp 13,83 triliun di akhir tahun 2024.
SMRA memiliki kas dan setara kas akhir tahun sebesar Rp 3,37 triliun di akhir Desember 2025, naik dari Rp 3,29 triliun di periode sama tahun lalu.
Merdeka Battery Materials (MBMA) Bakal Gelar Buyback Saham Rp 1,7 Triliun
SMRA Chart by TradingView