
Ifonti.com – JAKARTA. PT Sumber Tani Agung Resources Tbk (STAA) mencatat produksi tandan buah segar (TBS) 1,08 juta ton sepanjang 2025, naik 3,5% secara tahunan alias year on year (YoY).
Sementara, produksi TBS mencapai 280.598 ton pada kuartal IV 2025, naik 3,9% YoY didukung oleh peningkatan di perkebunan inti dan plasma.
Rata-rata hasil panen TBS pada kuartal IV 2025 mencapai 6,4 ton per hektare untuk perkebunan inti dan 5,1 ton per ha untuk perkebunan plasma. Sedangkan, sepanjang 2025, hasil panen TBS secara keseluruhan meningkat menjadi 24,2 ton per ha, peningkatan sebesar 3,2% YoY.
Kinerja Sumber Tani Agung Resources (STAA) Positif pada 2025, Ini Pendorongnya
“Ini menunjukkan peningkatan berkelanjutan dalam pengelolaan tanaman dan kinerja perkebunan,” ujar manajemen STAA dalam dokumen Buletin Investor di laman resmi perseroan, dikutip Rabu (18/3/2026).
Sebanyak 474.666 ton TBS diproses pada kuartal IV 2025, meningkat 1,3% YoY. Ini didorong oleh peningkatan pasokan hasil panen domestik sebanyak 4,8%, meskipun terjadi sedikit penurunan pada penerimaan hasil panen eksternal (-2,1%).
Manajemen STAA bilang, produksi minyak sawit mentah (CPO) meningkat 3,8% YoY menjadi 104.024 ton, sementara produksi palm kernel (PK) naik 8,0% YoY menjadi 24.115 ton. Tingkat ekstraksi meningkat menjadi 21,9% untuk CPO dan 5,1% untuk PK.
Volume penjualan CPO mencapai 48.389 ton pada kuartal IV 2025, mencerminkan alokasi internal yang lebih tinggi dari bahan baku CPO untuk mendukung operasi kilang.
Penjualan PK meningkat 14,6% YoY menjadi 10.043 ton, sementara penjualan CPKO sedikit meningkat sebesar 0,8% YoY menjadi 14.612 ton.
Laba Bersih Prime Agri Resources (SGRO) Turun 44,26% Sepanjang 2025
Sedangkan, penjualan produk olahan mencapai total 102.751 ton pada kuartal keempat 2025, didukung oleh kilang yang mulai beroperasi pada Juli 2025.
Manajemen STAA mengatakan, harga jual rata-rata alias average selling price (ASP) meningkat di seluruh produk utama pada tahun 2025.
ASP CPO sebesar Rp 14.294 per kilogram (kg), naik 7,9% YoY. ASP PK sebesar Rp 12.374 per kg, naik 50,5% YoY. Lalu, ASP CPKO sebesar Rp 27.269 per kg, naik 45,7% YoY.
“Ini mendukung pertumbuhan pendapatan dan mencerminkan kondisi pasar yang menguntungkan,” ungkap manajemen STAA.