
Ifonti.com NEW YORK. Harga minyak dunia memangkas sebagian kenaikan dalam perdagangan yang bergejolak setelah beredar laporan bahwa Amerika Serikat (AS) mengirimkan rencana untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah.
Laporan tersebut menyebutkan Washington telah menyampaikan proposal berisi 15 poin kepada Iran.
Reuters mengonfirmasi informasi ini dengan mengutip sumber yang mengetahui hal tersebut, sementara The New York Times melaporkan rencana itu disampaikan melalui Pakistan.
Sebelumnya, media Israel Channel 12 yang pertama kali mengungkap kabar ini menyebutkan bahwa gencatan senjata selama satu bulan tengah disiapkan melalui mekanisme yang digarap utusan khusus AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff dan Jared Kushner.
Harga Minyak: Potensi Melonjak ke US$ 130, Waspada Konflik Timur Tengah!
Sebelum kabar tersebut muncul, harga minyak sempat melonjak. Minyak Brent ditutup naik US$ 4,55 atau 4,55% ke level US$ 104,49 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) menguat US$ 4,22 atau 4,79% ke US$ 92,35 per barel.
Namun, dalam perdagangan setelah penutupan, kenaikan itu terpangkas.
Harga Brent hanya naik tipis 13 sen atau 0,13% menjadi US$100,07 per barel pada pukul 16.59 waktu setempat. Sementara WTI naik 29 sen atau 0,33% ke level US$88,41 per barel.
Harga Minyak Turun, Dipicu Prediksi Trump Tentang De-eskalasi Timur Tengah
“Pasar bereaksi cepat terhadap sinyal potensi meredanya konflik, sehingga tekanan pada harga mulai berkurang,” demikian gambaran respons pasar atas perkembangan tersebut.