
Ifonti.com JAKARTA. PT DCI Indonesia Tbk (DCII) melihat permintaan pusat data global akan melonjak hingga hampir 10 kali lipat dalam beberapa tahun ke depan. Ini didorong oleh pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI).
DCII melihat pertumbuhan AI yang sangat tinggi dalam beberapa tahun terakhir sebagai katalis utama lonjakan kebutuhan infrastruktur digital. Secara global, pasar layanan AI telah tumbuh lebih dari 200% per sejak 2023.
Nilai pasar AI juga terus meningkat dan telah mencapai lebih dari US$ 26 miliar per tahun. Pertumbuhan ini tidak hanya berasal dari sisi pendapatan, tetapi juga lonjakan jumlah pengguna secara signifikan.
Indeks Dolar Tembus Level 100, Sentimen Suku Bunga dan Energi Jadi Penopang
VP Market Development and Sales Strategy DCI Indonesia Abieta Billy mengatakan perkembangan AI secara langsung mendorong kebutuhan kapasitas pusat data karena seluruh proses komputasi AI bergantung pada infrastruktur data center.
“Semua layanan AI membutuhkan pusat data. Ke depan, permintaan akan meningkat sangat signifikan, terutama dari sisi penggunaan atau inference,” katanya,” jelas dia dalam paparannya, Senin (30/3/2026).
Billy menjelaskan permintaan pusat data global diproyeksikan meningkat hingga hampir 10 kali lipat dalam periode 2025 hingga 2030. Pada periode tersebut, nilai pasar data center global diperkirakan mencapai sekitar US$ 300 miliar.
Menurutnya, perubahan pola penggunaan AI dari training ke inference akan semakin memperbesar kebutuhan kapasitas pusat data. Porsi inference diproyeksikan meningkat dari sekitar 40% pada 2023 menjadi 80% pada 2030.
Billy bilang Indonesia memiliki potensi besar dalam pertumbuhan permintaan pusat data ke depan. Hal ini didukung oleh faktor demografi dan perubahan tren penggunaan AI.
“Dengan jumlah penduduk lebih dari 280 juta, inference akan menjadi pilar penting dalam permintaan pusat data di Indonesia ke depan,” katanya.
Dia menambahkan, dinamika global juga membuka peluang bagi negara berkembang untuk menarik investasi data center. Keterbatasan infrastruktur di negara maju menjadi salah satu pendorongnya.
IHSG Turun Tipis 0,08% ke 7.098, Top Losers LQ45: INCO, MDKA, BBCA, Senin (30/3)
Selain itu, keterbatasan pasokan listrik di Amerika Serikat dan Eropa serta dinamika geopolitik membuka peluang bagi pasar emerging. Kondisi ini berpotensi mendorong Indonesia menjadi salah satu hub data center baru di tingkat global.