
Ifonti.com JAKARTA. Kinerja emiten transportasi dan logistik (translog) di tahun 2026 diproyeksikan masih moderat. Pemberat laju kinerjanya disebabkan potensi terhambatnya mobilitas akibat dampak konflik Timur Tengah.
Sepanjang awal tahun 2026, kinerja emiten translog sebenarnya tak terlalu buruk.
Melansir data Bursa Efek Indonesia (BEI), IDX Transportation & Logistic (IDXTRANS) terkoreksi hanya 6,49% year to date (YTD), lebih baik dibandingkan indeks saham sektoral lain. Sementara mayoritas indeks saham sektor lainnya sudah merosot dua digit.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sendiri bahkan juga sudah terkoreksi 18,49% YTD.
Pendapatan ASLC Sentuh Rp1 Triliun, Cek Profil Emiten Otomotif Digital Ini
Analis Fundamental BRI Danareksa Sekuritas, Abida Massi Armand mencatat, IDXTRANS bahkan mencatatkan penguatan 55,48% YTD sepanjang 2025 yang didorong pemulihan mobilitas, sentimen libur panjang, serta penurunan harga minyak yang meringankan beban operasional emiten.
Memasuki tahun 2026, IDXTRANS menjadi salah satu indeks yang paling resilien di tengah tekanan IHSG yang lebih luas. Hal ini mencerminkan rotasi investor ke sektor defensif berorientasi domestik.
“Saham penopang utama berasal dari BIRD, SMDR, ASSA, dan GIAA yang konsisten mencatatkan kinerja positif,” ujarnya kepada Kontan, Selasa (31/3/2026).
Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata mengatakan, kinerja IDXTRANS di awal 2026 ditopang oleh stabilitas permintaan logistik domestik, khususnya dari distribusi barang konsumsi dan aktivitas e-commerce, serta momentum musiman awal tahun.
Saham GIAA Tercatat ARA: Cek Profil Emiten, Lini Usaha, hingga Kinerjanya
Selain itu, subsektor pelayaran masih mendapat dukungan dari tarif angkut yang relatif terjaga di tengah disrupsi rantai pasok global.
“Dengan karakter berbasis volume dan kontrak, sektor ini cenderung lebih defensif dibanding sektor berbasis siklus komoditas atau suku bunga,” ujarnya kepada Kontan, Selasa.
Ke depan, kinerja IDXTRANS dan emiten konstituennya diperkirakan masih bisa tumbuh meskipun lajunya bakal terhambat oleh sejumlah faktor.
Abida bilang, pertumbuhan moderat kinerja IDXTRANS pada 2026 ditopang mobilitas yang semakin tinggi, pemulihan pariwisata domestik, corporate travel yang kembali normal, tren pemangkasan suku bunga, perbaikan rantai pasok, serta ekspansi armada.
Katalis tambahan datang dari kenaikan freight rate pelayaran yang mulai lebih tinggi dibanding paruh kedua 2025. Kondis ini bisa mendorong optimisme kinerja emiten pelayaran, seperti PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR), yang membidik pendapatan melampaui US$800 juta di 2026.
“Namun, risiko tetap hadir dari konflik Timur Tengah yang memicu lonjakan harga avtur yang langsung menekan beban operasional maskapai, ditambah persaingan ketat dari ride-hailing dan taksi listrik di segmen darat,” ungkapnya.
Saham LAJU Sempat Melesat, Cek Profil Emiten Logistik hingga Kinerja Keuangan
Emiten konstituen indeks ini yang akan jadi jawara sepanjang tahun 2026 adalah SMDR berkat momentum freight rate dan posisi strategis di pelayaran internasional.
“Sementara PT Blue Bird Tbk (BIRD) dan PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) tetap menarik untuk jangka pendek hingga menengah dengan basis permintaan domestik yang stabil,” katanya.
Liza melihat, prospek IDXTRANS masih cukup konstruktif, namun cenderung selektif. Sentimen positif berasal dari potensi kenaikan tarif logistik seiring gangguan supply chain global dan volatilitas energi, yang dapat menjaga pendapatan per perjalanan.
Sementara, risiko tetap ada dari sisi kenaikan biaya operasional akibat harga bahan bakar serta potensi perlambatan perdagangan global yang dapat menekan volume. “Artinya, ruang penguatan masih terbuka, tetapi tidak merata di seluruh subsektor,” ungkapnya.
Secara fundamental, subsektor yang berpotensi jadi jawara dari sektor ini adalah pelayaran domestik dan logistik terintegrasi, terutama yang memiliki eksposur kontrak jangka menengah-panjang dan kemampuan pass-through biaya. Model bisnis berbasis kontrak memberikan visibilitas pendapatan yang lebih stabil di tengah volatilitas global.
Potensi Ekspor Baja Membesar, Analis Menilai Prospek Emiten Baja Tak Serta Menanjak
“Sebaliknya, segmen transportasi penumpang cenderung lebih rentan karena sangat bergantung pada daya beli masyarakat dan sensitif terhadap kenaikan harga energi,” tuturnya.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai, kinerja IDXTRANS kemungkinan masih akan melemah, meskipun saat ini kinerjanya masih lebih baik dibandingkan indeks sektoral saham lainnya.
Meskipun begitu, euforia dari aksi initial public offering PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) juga bisa memberikan katalis untuk sektor ini.
“Intinya, investor bisa lebih selektif untuk memilih saham emiten konstituen yang ada di dalam indeks,” katanya kepada Kontan, Selasa (31/3).
Sektor translog sangat dipengaruhi oleh mobilitas penumpang yang juga sangat bergantung dengan stabilitas pertumbuhan ekonomi. Efisiensi rute domestik juga dilihat bagus untuk menjadi fundamental emiten tetap kuat di tengah dinamika geopolitik yang menyebabkan disrupsi rantai pasok energi.
Naik 96% Sebulan, Cek Profil Emiten TIRT yang Disuspensi Kembali oleh BEI
“Selain itu, emiten perkapalan yang menggunakan uang denominasi dolar Amerika Serikat (AS) juga akan mendapatkan manfaat dari depresiasi rupiah,” katanya.
Kinerja SMDR secara teknikal dan fundamental dinilai Nafan akan jadi jawara di tahun 2026. Rekomendasi accumulative buy disematkan untuk SMDR dengan target harga Rp 388 per saham.