IPO perdana 2026, ini jadwal dan rincian penawaran saham BSA Logistics (WBSA)

Ifonti.com , JAKARTA — Calon emiten yang segera melantai di Bursa Efek Indonesia atau BEIPT BSA Logistics Indonesia Tbk. (WBSA) pada 10 April 2026.

WBSA akan melepas sebanyak 1,8 miliar saham atau setara 20,75% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh, dengan kisaran harga penawaran Rp150 hingga Rp170 per saham. Dari aksi korporasi ini, perusahaan menargetkan dana segar hingga Rp306 miliar.

Berdasarkan prospektus, perencanaan alokasi dana hasil IPO akan difokuskan untuk ekspansi anorganik, termasuk akuisisi PT Bermuda Inovasi Logistik (BIL) guna memperkuat lini bisnis angkutan laut. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat posisi WBSA di industri logistik nasional.

: BSA Logistics (WBSA) Pasang Harga IPO Rp168, Siap Melantai 10 April 2026

IPO WBSA dinilai menjadi salah satu peluang strategis bagi investor untuk melakukan diversifikasi portofolio ke sektor logistik yang tengah berkembang pesat di Indonesia.

Chief Marketing Officer PT Indo Premier Sekuritas Sergio Ticoalu menilai momentum penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) kembali menghadirkan peluang menarik bagi investor pasar modal Indonesia.

: : Tangkap Peluang IPO WBSA, IPOT Incar Investor Ritel

“Khususnya bagi investor yang memburu potensi Auto Reject Atas atau ARA di saham IPO. Berburu saham IPO juga menjadi cara investasi saham untuk pemula,” ujarnya melalui keterangan resmi, Kamis (2/4/2026).

Adapun sebelum memutuskan untuk berinvestasi, informasi berikut penting bagi investor untuk mencatat jadwal dan struktur penawaran saham WBSA:

: : 12 Perusahaan Antre IPO di BEI per Akhir Maret 2026, Dominan Perusahaan Jumbo

  • Jumlah Saham: Maksimal 1,80 miliar saham
  • Harga Penawaran: Rp150 – Rp170 per saham
  • Target Dana: Hingga Rp306 miliar
  • Kepemilikan Publik: 20,75%
  • Masa Bookbuilding: 25 – 27 Maret 2026
  • Masa Penawaran Umum: 1 – 8 April 2026
  • Tanggal Listing (BEI): 10 April 2026

Mengacu pada SEOJK No. 25/2025, investor ritel kini mendapatkan jaminan penjatahan minimum 10 lot per SID untuk emisi tertentu, termasuk WBSA yang masuk dalam kategori Golongan III. Hal ini akan memperluas akses dan peluang yang lebih besar bagi para investor retail di bursa saham Indonesia.

Meski kondisi seperti itu, investor tetap perlu memperhatikan batas maksimal pemesanan sebesar 10% dari total nilai IPO atau Rp30,6 miliar per SID, serta memastikan ketersediaan dana dalam sistem no funds, no order.

Sejauh ini, dia pun melihat minat investor ritel terhadap saham IPO terus meningkat.

Dia menyarankan investor ritel dapat membeli saham IPO melalui aplikasi sehingga dapat memastikan akses yang lebih inklusif, cepat, dan berbasis teknologi agar investor dapat mengambil keputusan investasi secara lebih tepat.

Melalui aplikasi online, seperti Ipot, kini investor dapat melakukan pemesanan saham IPO WBSA secara langsung dan praktis tanpa harus berpindah aplikasi. Prosesnya meliputi registrasi akun, pengisian dana RDN, hingga pemesanan saham melalui fitur e-IPO yang terintegrasi. Kemudahan cara beli saham di aplikasi ini dirancang untuk memangkas birokrasi bagi investor ritel.

Fitur real time indikator juga menjadi diferensiasi penting, terutama untuk saham IPO yang belum memiliki data historis. Ini membantu investor membaca pergerakan pasar sejak awal.

Kondisi tersebut akan mempermudah akses Investor untuk dapat memantau status penjatahan secara real-time melalui aplikasi.

“Kami mendorong investor untuk memanfaatkan momentum IPO ini dengan strategi yang matang dan berbasis informasi,” jelasnya. 

______

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.