
Ifonti.com , JAKARTA — PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk. (BIPI) memperkuat langkah diversifikasi ke sektor energi hijau melalui akuisisi 20% saham entitas Grup PT Maharaksa Biru Energi Tbk. (OASA), yang bergerak di bidang pengolahan sampah menjadi energi (PLTSa).
Direktur Astrindo Nusantara Infrastruktur Michael Wong mengatakan langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perseroan dalam memperluas portofolio energi berkelanjutan.
“Ini merupakan langkah strategis Astrindo untuk memperluas partisipasi dalam ekosistem energi bersih di Indonesia. Kami melihat waste-to-energy bukan hanya sebagai peluang bisnis, tetapi juga solusi nyata dalam mendukung transisi energi nasional,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (8/4/2026).
: Pemodal Besar yang Ikut Masuk Astrindo (BIPI) Bersama Bakrie Capital
Perseroan menandatangani akta jual beli saham untuk mengakuisisi masing-masing 20% saham PT Indoplas Energi Hijau (IEH) dan PT Maharaksa Energi Hijau (MEH), yang merupakan bagian dari kelompok usaha PT Maharaksa Biru Energi Tbk. (OASA).
Langkah ini menjadi bagian dari strategi Astrindo dalam memperluas eksposur pada bisnis waste-to-energy sekaligus mempertegas komitmen terhadap penerapan prinsip environmental, social, and governance (ESG).
: : BIPIâs Monthly Share Transactions Surpass Tens of Trillions of Rupiah
Melalui investasi tersebut, Astrindo akan terlibat dalam pengembangan proyek pengolahan sampah menjadi energi (waste to energy/WtE) yang dinilai memiliki potensi besar di tengah meningkatnya kebutuhan solusi pengelolaan sampah dan energi alternatif.
Masuknya Astrindo ke IEH juga membuka peluang keterlibatan dalam proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Tangerang Selatan. Proyek ini memiliki nilai investasi sekitar Rp2,6 triliun, dengan kapasitas pengolahan mencapai 1.100 ton sampah per hari serta potensi produksi listrik sekitar 25 megawatt (MW).
: : OASA Bareng BUMN China Ikut Tender PSEL Danantara di Bogor dan Denpasar
Pengembangan PLTSa tersebut diharapkan dapat menjadi solusi atas persoalan sampah perkotaan sekaligus menghasilkan energi bersih yang berkelanjutan.
Ke depan, Astrindo berencana terus mengembangkan investasi di sektor energi terbarukan, termasuk peluang pada infrastruktur berbasis gas dan energi bersih lainnya.
Michael Wong menambahkan, akuisisi ini sekaligus menegaskan arah transformasi Astrindo dari sebelumnya berfokus pada infrastruktur energi konvensional menjadi pemain yang lebih aktif dalam ekosistem energi hijau. Hal itu seiring dengan meningkatnya perhatian terhadap keberlanjutan dan transisi energi di Indonesia.