Ifonti.com JAKARTA. Kinerja para emiten operator telekomunikasi, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Indosat Tbk (ISAT) dan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) diproyeksikan dipenuhi berbagai tantangan, tetapi secara persaingan akan lebih sehat.
Equity Research Analyst Mirae Asset Sekuritas Daniel Aditya mencermati untuk tahun ini, kompetisi di industri telekomunikasi akan semakin bagi. Dia memproyeksikan, TLKM akan mencetak kinerja yang serupa dengan EXCL dan ISAT.
Secara kuartalan dari 2024 sampai dengan tahun 2025, Pendapatan Rata-Rata Per Pengguna alias Average Revenue Per User (ARPU) ISAT mencerminkan kinerja yang cukup solid, sementara EXCL ada pengecualian karena baru merger di 2025.
“Untuk para operator cenderung lebih berhati-hati. Di 2025 makroekonomi dan daya beli masyarakat masih akan lebih tinggi dibandingkan 2026,” jelasnya dalam paparan, Selasa (21/4/2026).
Suku Bunga BI Tetap 4,75%, Saham Properti Masih Menarik?
Daniel mencermati semenjak akhir 2025 dengan periode Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) para operator punya kesempatan yang ada, akhirnya para emiten pelan-pelan mulai menaikkan harga paket.
“Kemudian, selama Ramadan tahun ini dari sisi traffic dan juga dari sisi pertumbuhan untuk penerimaan dari masyarakat ini masih cukup baik,” kata Daniel.
Equity research Indo Premier Sekuritas Aurelia Barus dan Belva Monica memproyeksikan EBITDA sektor telekomunikasi di kuartal I-2026 mencapai Rp 32 triliun atau tumbuh 10% secara tahunan.
Mereka memproyeksikan EXCL akan menjadi pemimpin pertumbuhan EBITDA sebesar 18% secara tahunan, diikuti oleh TLKM yang tumbuh 7% secara tahunan dan ISAT yang tumbuh 14% secara tahunan.
Pendapatan sektor telekomunikasi diperkirakan mencapai Rp 65,5 triliun di kuartal I-2026 atau tumbuh 11% secara tahunan. Ini turun 1% secara kuartalan.
“Penurunan secara kuartalan karena kinerja FFTH yang lebih lemah di EXCL atau Telkomsel, meskipun bisnis seluler tetap solid. ISAT mungkin mencatat ARPU seluler yang lebih rendah,” tulis Aurelia dan Belva.
Aurelia dan Belva menilai pertumbuhan EBITDA didukung oleh musim biaya kuartal I-2026 yang lebih ringan dibandingkan kuartal IV-2025, meskipun terdapat kenaikan biaya gaji akibat pergeseran Lebaran.
EXCL Chart by TradingView
Indo Premier Sekuritas mempertahankan rekomendasi overweight dengan EXCL sebagai pilihan utama. Mirae Asset Sekuritas juga memberikan rating overweight dengan saham jagoan di EXCL.