Tebar dividen Rp 52,1 triliun, BBRI pastikan likuiditas dan permodalannya tetap kuat

Ifonti.com JAKARTA. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) telah menetapkan pembagian total dividen tunai untuk tahun buku 2025 sebesar Rp 52,1 triliun atau Rp 346 per lembar saham.

Pembagian nilai dividen tersebut telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diadakan awal bulan ini.

Adapun total nilai dividen tersebut sudah termasuk dividen interim sebesar Rp 137 per saham atau Rp 20,6 triliun yang telah dibayarkan pada Januari 2026.

Astragraphia (ASGR) Putuskan Tebar Dividen Rp 211 per Saham, Cek Jadwalnya

Direktur Finance & Strategy BRI Achmad Royadi mengatakan, banknya memiliki fundamental keuangan yang kuat sehingga dapat menambah nilai pembagian dividen tahun ini.

Adapun laba tahun berjalan konsolidasian BRI untuk akhir 2025 adalah sebesar Rp 57,132 triliun, dengan total laba yang dapat diatribusikan sebesar Rp 56,65 triliun.

“Dengan likuiditas dan permodalan yang solid, BRI memiliki ruang yang cukup untuk mendorong ekspansi kredit secara selektif dan berkualitas,” tulis Royadi dalam keterangan resmi, Kamis (23/4/2026).

  BBRI Chart by TradingView  

Royadi kemudian menjabarkan beberapa posisi keuangan BRI di akhir 2025. Posisi ekuitas BRI tercatat sebesar Rp 330,9 triliun atau tumbuh 2,4% secara tahunan (yoy).

Ia menyebut posisi ekuitas itu sudah memperhitungkan pembayaran dividen yang dilakukan sepanjang tahun 2025, termasuk dividen interim atas laba tahun buku 2025.

Siap-Siap BNI Tebar Dividen Rp 13,03 Triliun, Investor Terima Rp 349,41 per Saham

Di sisi likuiditas, Royadi menyebut rasio kecukupan likuiditas (LCR) BRI sebesar 136,9% dan net stable funding ratio (NSFR) sebesar 117,7%. Ia bilang kedua rasio ini bukti BRI menjaga struktur pendanaan tetap stabil.

Ia juga bilang permodalan BRI berada di level yang kuat saat ini. Ia menyebut rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) secara konsolidasi sebesar 26,63% dan secara bank only sebesar 23,52%.

Rasio permodalan itu berada di atas ketentuan regulator. Royadi mengatakan kondisi ini memberi ruang bagi bank untuk tetap ekspansif di tahun 2026.

Matahari Department (LPPF) Tebar Dividen Rp 250 per Saham, Intip Jadwal Lengkapnya

Sejalan dengan Rencana Kerja Tahunan Perseroan (RKAP) tahun 2026, Royadi bilang BRI memproyeksikan pertumbuhan pinjaman di kisaran 7-9% secara tahunan.

“Proyeksi ini mencerminkan optimisme perseroan terhadap prospek pertumbuhan ekonomi domestik, khususnya pada segmen UMKM,” ujarnya.