
Emiten perbankan raksasa PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) mengumumkan tak membagikan dividen tunai dari laba bersih sepanjang 2025. Hal tersebut diputuskan dalam hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Menara BTN, Jakarta, Kamis (23/4).
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan tak ada dividen tahun ini karena ingin membeli portofolio bisnis dari sejumlah lembaga keuangan yang diumumkan pada 13 Mei mendatang.
Ia menjelaskan portofolio yang diincar bisa beragam, mulai dari kredit produktif hingga kredit konsumtif. Meski demikian, ia belum mengungkapkan secara rinci lembaga keuangan yang menjadi target.
“Kenapa latar belakang dividen 0%? Jadi ceritanya gini, kita berencana beli portfolio. Ini terus terang sudah diproses lama oleh BTN, naik turun, naik turun, naik turun,” ungkap Nixon dalam konferensi persnya di Menara BTN, Jakarta, Kamis (23/4).
Nixon mengaku ekspansi bisnis tersebut diperkirakan bernilai lebih dari 20% dari modal perseroan. BTN sebelumnya juga sempat mempertimbangkan sejumlah alternatif pendanaan, mulai dari penerbitan surat utang hingga tambahan modal dari BPI Danantara.
Menurutnya, opsi seperti penerbitan sub-debt atau additional tier 1 capital juga sempat masuk dalam rencana. Lebih lanjut, Nixon menuturkan keputusan untuk menahan seluruh laba untuk menjaga rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR), mengingat aksi pembelian portofolio berpotensi menekan cukup besar terhadap struktur permodalan BTN.
“Dengan dividend payout-nya menjadi 0%, maka kita tidak perlu lagi nantinya menerbitkan surat utang yang dianggap sebagai tier 1 atau tier 2 capital,” ucap Nixon.
Selain dividen, RUPST tersebut juga menghasilkan susunan pengurus perseroan yang baru, yaitu:
Susunan Direksi
- Direktur Utama: Nixon L.P. Napitupulu
- Wakil Direktur Utama: Oni Febriarto Rahardjo
- Direktur Finance & Strategy: Nofry Rony Poetra
- Direktur Consumer Banking: Hirwandi Gafar
- Direktur Risk Management: Setiyo Wibowo
- Direktur Operations: I Nyoman Sugiri Yasa
- Direktur Network & Retail Funding: Rully Setiawan
- Direktur Commercial Banking: Hermita
- Direktur Human Capital & Compliance: Eko Waluyo
- Direktur Information Technology: Tan Jacky Chen
- Direktur Treasury & International Banking: Venda Yuniarti
- Direktur Corporate Banking: Helmy Afrisa Nugroho
Susunan Dewan Komisaris
- Komisaris Utama: Suryo Utomo
- Wakil Komisaris Utama: Endra Gunawan
- Komisaris: Fahri Hamzah
- Komisaris: Didyk Choiroel
- Komisaris Independen: Ida Nuryanti
- Komisaris Independen: Pietra Machreza Paloh
- Komisaris Independen: Panangian Simanungkalit
Kinerja Tahun Buku 2025
Emiten perbankan pelat merah itu membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 3,5 triliun tahun buku 2025. Torehan itu melonjak 16,4% year-on-year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun 2024 sebesar Rp 3,0 triliun.
Capaian laba bersih BTN ditopang dari pendapatan bunga yang naik 23% yoy menjadi Rp 36,33 triliun hingga akhir 2025, dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp 29,55 triliun. Di samping itu, beban bunga sebesar Rp 17,91 triliun per akhir 2025 dari tahun sebelumnya yakni Rp 17,84 triliun.
Alhasil BTN membukukan pendapatan bunga bersih yang naik 57,5% menjadi Rp 18,42 triliun pada akhir 2025 dibandingkan Rp 11,7 triliun pada tahun 2024.
Sepanjang tahun 2025, Nixon juga mengatakan BTN mampu membukukan total aset konsolidasian sebesar Rp 527,79 triliun. Angka itu melampaui target yang ditetapkan pada awal tahun lalu sebesar Rp 500 triliun.
Nixon menyebut torehan aset tersebut ditopang dari penyaluran 6 juta unit rumah termasuk kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan sektor informal, dengan pangsa pasar KPR mencapai 39% secara nasional.
“BTN berhasil mengakselerasi pertumbuhan bisnis sepanjang tahun 2025 ditopang penguatan profitabilitas dan proses bisnis yang semakin efisien berkat transformasi yang konsisten dilakukan di berbagai lini,” ujar Nixon di Jakarta, Senin (9/2).