
Ifonti.com SURABAYA – Kedaulatan mata uang rupiah di segenap wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T) dihadapkan pada banyak hambatan. Maraknya penggunaan mata uang asing hingga terbatasnya penyediaan mata uang kartal layak edar menjadi persoalan serius yang harus dituntaskan negara.
Bank Indonesia bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut kembali menggelar program Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026. Program tersebut bukan sekadar bertujuan untuk mendistribusikan uang, tetapi juga merupakan langkah dalam mempertahankan kedaulatan negara dari segi perekonomian.
Peluncuran (kick-off) ekspedisi ERB 2026 secara resmi ditandai dengan pelepasan Kapal Republik Indonesia (KRI) Makassar-590 di Koarmadal ll, Surabaya. Armada tersebut akan menjadi tulang punggung bank sentral dalam mendistribusikan Rupiah ke banyak daerah yang tidak mudah untuk dijangkau karena faktor geografis.
: Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Senin 27 April 2026
Deputi Gubernur Bank Indonesia Ricky P. Gozali mengakui bahwa mata uang asing kerap ditemukan pihaknya digunakan sebagai alat pembayaran maupun alat tukar di sejumlah wilayah 3T di penjuru Tanah Air. Oleh sebab itu, ia menegaskan bahwa kedudukan rupiah sebagai simbol negara dijaga eksistensinya.
“Di sejumlah wilayah perbatasan, kerap ditemukan mata uang asing selain rupiah yang digunakan sebagai alat pembayaran. Tentu saja, hal itu bukan hanya sebatas persoalan ekonomi semata, tetapi juga berpotensi mengganggu kedaulatan mata uang nasional,” beber Ricky, Jumat (24/4/2026).
: : Fluktuasi Rupiah Berpotensi Kerek Harga Smartphone dan Laptop
Ia menyebut Bank Indonesia menghadapi banyak ujian dalam usaha untuk menyamaratakan distribusi rupiah di seluruh penjuru negeri dengan belasan ribu pulau yang tergabung dalam NKRI.
Ribuan pulau yang tersebar, khususnya yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, yang masih terkendala dari segi aksesibilitas, menjadi celah bagi peredaran mata uang asing yang dapat mengganggu eksistensi rupiah.
: : Rupiah Dekati Rp17.300 per Dolar AS, Daya Beli Otomotif Berisiko Kian Tertekan
“Kami menghadapi sejumlah tantangan yang tidak ringan, antara lain kondisi geografis negara kita yang terdiri atas ribuan pulau dan keterbatasan infrastruktur yang menyebabkan seluruh wilayah tidak dapat dijangkau secara optimal, terkhususnya wilayah-wilayah yang berbatasan langsung dengan 11 negara tetangga,” ungkapnya.
Dalam program ini, Ricky menyebut sinergitas antara BI dengan TNI AL menjadi faktor krusial dalam menjaga kedaulatan rupiah. TNI AL menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan laut, sedangkan BI memastikan kedaulatan rupiah tetap terjaga di wilayah 3T sekalipun.
“Rupiah wajib dijaga, dihormati, dirawat, dan dibanggakan oleh seluruh masyarakat Indonesia. BI dan TNI AL adalah saudara dengan garis tangan yang sama, yakni menjaga kedaulatan bangsa,” tegasnya.
Sejak 2012 hingga 2025, ERB telah berhasil menjangkau 565 pulau melalui 110 kegiatan kas keliling. Pada tahun lalu, sebanyak 18 helatan ERB berhasil menjangkau 91 pulau, dengan total nilai penukaran uang mencapai Rp154,4 miliar.
Pada tahun 2026 ini, ekspedisi ERB akan diperluas baik dari jangkauan wilayah maupun dari program kegiatan. Frekuensi kegiatan ditingkatkan menjadi 19 provinsi dengan target 97 pulau 3T. Bahkan, terdapat empat provinsi yang akan menjalankan ekspedisi secara mandiri yang akan menjangkau sebanyak 18 pulau 3T.
Terkhusus di wilayah Provinsi Jawa Timur, ERB akan berlangsung pada 23-29 April 2026, dengan sasaran Bawean, Sapeken, Masalembu, Kangean, dan Sakala. Selain penukaran uang, terdapat kegiatan lainnya seperti edukasi Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah, layanan kesehatan, bantuan sosial, hingga program bela negara oleh TNI AL.
“Bank Indonesia akan terus memperluas jangkauan pelayanan kas dan memperkuat literasi masyarakat tentang Rupiah hingga ke pelosok negeri melalui sinergi yang inklusif dan berkelanjutan dengan melibatkan seluruh mitra strategis,” tutupnya.