Rupiah diproyeksi masih tertekan pekan depan, ini faktor penentunya

Ifonti.com JAKARTA. Tekanan terhadap nilai tukar rupiah diperkirakan masih akan berlanjut pada pekan depan. Perkembangan negosiasi dagang Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok, hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI), hingga pergerakan harga minyak dunia diperkirakan menjadi faktor utama yang menentukan arah rupiah. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot berada di level Rp 17.414 per dolar AS pada Senin (11/5/2026)….

Sentuh level terendah sepanjang sejarah, begini prospek rupiah ke depan

Ifonti.com JAKARTA. Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan kuatnya dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah spot ditutup pada level Rp 17.597 per dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir perdagangan Jumat (15/5/2026), melemah 0,39% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 17.529 per dolar AS. Ini adalah level penutupan rupiah yang terlemah sepanjang sejarah. Kondisi ini memperpanjang tren…

Viral anak 8 tahun dihadiahi saham, diajarkan investasi sejak kecil!

Belakangan ini, kisah seorang anak bernama Kenzo menjadi sorotan publik setelah diketahui sudah mengenal investasi saham sejak kecil. Di usia 7 tahun, Kenzo bahkan mendapatkan hadiah ulang tahun berupa saham dari orang tuanya. Cerita tersebut cukup ramai dibicarakan karena dianggap sebagai salah satu bentuk edukasi finansial sejak dini. Tidak hanya…

Menakar prospek saham big banks: BBCA, BBRI, BMRI & BBNI pasca pengumuman MSCI

Ifonti.com JAKARTA. Saham-saham bank berkapitalisasi jumbo alias big banks kompak ditutup bervariatif pada perdagangan pekan ini. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) misalnya ditutup menguat. Sementara itu, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) ditutup melemah sepekan ini. Secara rinci, saham BBCA mencatat penguatan paling tinggi ke level Rp 6.100, naik 2,52%…

Bursa Asia berfluktuasi, IHSG terkoreksi 3,53% dalam sepekan

Ifonti.com JAKARTA. Pergerakan bursa Asia sepanjang pekan ini cenderung variatif dengan volatilitas yang cukup tinggi, dipengaruhi oleh beragam sentimen global mulai dari arah kebijakan moneter hingga dinamika geopolitik. Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai, salah satu faktor utama yang memengaruhi dinamika pasar regional adalah perkembangan hubungan dagang Amerika Serikat dan China. “Secara garis besar bursa…

Rupiah kian terpuruk ke Rp 17.597 per dolar AS pada Jumat (15/5), ini penyebabnya

Ifonti.com JAKARTA. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus berada dalam tekanan sepanjang pekan ini. Kombinasi sentimen global dan domestik membuat mata uang Garuda bergerak di kisaran level terlemah sepanjang sejarah. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot berada di level Rp 17.414 per dolar AS pada Senin (11/5). Tekanan kemudian berlanjut hingga rupiah menyentuh Rp 17.528 per dolar AS pada Selasa (12/5)….

Harga emas dunia jatuh ke level terendah dalam sepekan dipicu lonjakan harga minyak

Ifonti.com NEW YORK. Harga emas dunia jatuh ke level terendah dalam sepekan pada perdagangan Jumat (15/5/2026), seiring melonjaknya harga minyak yang kembali memicu kekhawatiran inflasi global. Kondisi ini mendorong kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS) dan memperkuat spekulasi bahwa suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama. Harga emas spot tercatat turun 2% ke US$ 4.557,25 per ons troi pada pukul 08.22 Waktu setempat,…

Rupiah kembali cetak rekor terlemah, simak proyeksinya untuk pekan depan

Ifonti.com – JAKARTA. Pergerakan rupiah sepanjang pekan ini masih berada dalam tekanan kuat di tengah memanasnya tensi geopolitik global dan sejumlah sentimen domestik lainnya. Melansir data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah pada Senin (11/5) ditutup di level Rp 17.415 per dolar AS. Sehari kemudian, mata uang Garuda sempat mencetak rekor terlemah sepanjang sejarah di level Rp 17.514 per dolar AS sebelum…

Kevin Warsh jadi bos The Fed, begini nasib imbal hasil obligasi RI

Kevin Warsh, calon pemimpin The Fed, berencana menurunkan suku bunga jangka pendek dan mengurangi neraca, yang dapat memengaruhi pasar obligasi Indonesia.