AS lepas lagi jutaan barel minyak darurat, yang kedua sejak perang dengan Iran
Departemen Energi Amerika Serikat (DOE) resmi melepas 8,48 juta barel minyak mentah dari Cadangan Minyak Strategis (SPR) AS pada Jumat (10/4) waktu setempat.
Departemen Energi Amerika Serikat (DOE) resmi melepas 8,48 juta barel minyak mentah dari Cadangan Minyak Strategis (SPR) AS pada Jumat (10/4) waktu setempat.
Para pemimpin senior dari Amerika Serikat (AS) dan Iran berkumpul di Ibu Kota Pakistan, Islamabad, akhir pekan ini. Mereka akan memulai negosiasi yang bertujuan untuk mengakhiri perang.
Jakarta, IDN Times – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pekan ini mengalami kenaikan dibanding pekan sebelumnya. Sejalan dengan itu, kapitalisasi pasar saham juga meningkat. Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan, data perdagangan saham di BEI selama periode 6—10 April 2026 ditutup pos…
Ifonti.com JAKARTA — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk buka suara terkait rencana pemerintah mengambil alih PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Perseroan memastikan komitmennya untuk tetap menjaga keberlanjutan pembiayaan bagi…
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyebut pihaknya akan segera membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz yang saat ini terblokade akibat konflik dengan Iran.
Efisiensi di sektor logistik mestinya dimulai dari prioritas terhadap keselamatan, bukan malah menekan biaya perawatan kendaraan. Sejumlah opsi penghematan yang lebih rasional pun terungkap.
Ifonti.com JAKARTA – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat kinerja perdagangan saham yang positif dalam sepekan terakhir, periode 6–10 April 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 7.458…
Ifonti.com JAKARTA — Harga emas Antam yang dipantau di laman Logam Mulia dari Jakarta, Sabtu (11/4/2026), pukul 08.43 WIB, naik Rp 3.000 dari semula Rp 2.857.000 menjadi Rp 2.860.000 per…
Saat biaya logistik masih jadi kendala, ALFI CONVEX 2026 bakal digelar untuk mencari solusinya. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto pun memberi dukungan.
Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan rencana penghapusan pencatatan efek atau delisting terhadap 18 emiten. Keputusan tersebut akan berlaku efektif pada 10 November 2026.