Akuisisi SINI dan diversifikasi perkuat prospek Petrosea (PTRO), cek rekomendasinya

Ifonti.com – JAKARTA. Prospek kinerja PT Petrosea Tbk (PTRO) dinilai masih menjanjikan seiring dengan berbagai langkah strategis yang tengah dijalankan perusahaan dan grup usahanya.

Pada 29 Desember 2025, PT Petrindo Jaya Kreasi (CUAN), induk usaha PTRO, secara resmi mengungkapkan dimulainya negosiasi atas rencana akuisisi PT Singaraja Putra Tbk (SINI) setelah sebelumnya mengakuisisi 19,99% saham dan berencana meningkatkan kepemilikan hingga maksimal 51% secara bertahap.

Langkah ini menyusul penandatanganan Mining Services Agreement pada Agustus 2024 antara PTRO dan PT Pasir Bara Prima (PBP), anak usaha SINI, dengan nilai kontrak mencapai US$ 1,08 miliar sepanjang umur tambang.

Head of Research KISI Sekuritas, Muhammad Wafi, menilai rencana akuisisi tersebut akan berdampak positif bagi PTRO. 

Cermati Rekomendasi Teknikal Saham MYOR, ELSA, ISAT untuk Perdagangan Rabu (11/2)

Pasalnya, PTRO berperan sebagai kontraktor utama di dalam grup, sehingga memiliki peluang besar untuk langsung menggarap area tambang baru hasil akuisisi tersebut.

“Sebagai kontraktor utama grup, PTRO otomatis berpotensi menggarap lahan tambang baru itu tanpa harus melalui proses lelang yang rumit. Ini membuka peluang kenaikan order book maupun kontrak jasa pertambangan,” ujar Wafi kepada Kontan, Selasa (10/2/2026).

Selain ekspansi di sektor pertambangan, PTRO juga berencana mendirikan anak usaha baru di bidang layanan kesehatan dan aktivitas sosial, yakni PT Kinarya Medika Selaras (KIMS). 

Wafi menilai langkah ini bersifat strategis, terutama untuk mendukung efisiensi operasional.

“Ekspansi ke layanan kesehatan bertujuan menekan biaya kesehatan karyawan, khususnya di lokasi tambang yang terpencil. Di sisi lain, ini juga menjadi sumber diversifikasi pendapatan berulang bagi perseroan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Wafi menyebutkan bahwa katalis positif lain bagi PTRO berasal dari upaya efisiensi biaya pemeliharaan alat berat serta kuatnya dukungan finansial dari grup usaha untuk mendukung belanja modal (capital expenditure).

  PTRO Chart by TradingView  

Meski demikian, terdapat sejumlah risiko yang perlu dicermati sepanjang 2026. 

Dari sisi makro dan industri, fluktuasi harga batu bara global berpotensi menekan margin usaha dan memengaruhi negosiasi tarif kontraktor. 

Selain itu, risiko penerapan regulasi pajak karbon yang semakin ketat serta kenaikan harga bahan bakar solar industri juga dapat menggerus laba bersih perseroan.

Dengan mempertimbangkan berbagai peluang dan risiko tersebut, Wafi memberikan rekomendasi saham beli PTRO dengan target harga di level Rp 6.400 per saham.