Allo Bank punya siapa? Ini pemilik asli dan daftar pemegang saham

Industri perbankan digital di Indonesia terus berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, terutama sejak meningkatnya kebutuhan transaksi praktis dan cepat. Salah satu nama yang cukup populer di kalangan anak muda adalah Allo Bank yang menawarkan layanan serba digital. Banyak orang mulai penasaran, sebenarnya allo bank punya siapa dan bagaimana struktur kepemilikannya saat ini.

Bank ini dikenal luas sejak peluncuran resminya pada 2022, meski sebenarnya sudah berdiri jauh sebelumnya. Transformasi besar yang terjadi membuat Allo Bank semakin relevan dengan kebutuhan finansial generasi muda. Nah, biar kamu makin paham, yuk simak fakta lengkap tentang pemilik dan saham Allo Bank berikut ini!

1. Allo Bank berada di bawah naungan CT Corp milik Chairul Tanjung

Allo Bank merupakan bagian dari CT Corp, grup usaha besar yang didirikan oleh pengusaha ternama Chairul Tanjung. Jika kamu bertanya allo bank punya siapa, maka jawabannya tidak lepas dari sosok ini sebagai pemilik utama melalui perusahaan induk. CT Corp sendiri dikenal memiliki berbagai lini bisnis, mulai dari media, ritel, hingga keuangan.

Melalui anak usahanya, PT Mega Corpora, CT Corp menjadi pemegang saham pengendali Allo Bank. Kepemilikan mayoritas ini membuat Mega Corpora memiliki kendali besar terhadap arah kebijakan dan strategi bisnis bank. Hal ini juga memungkinkan Allo Bank berkembang dengan dukungan ekosistem yang sudah matang.

Keberadaan Allo Bank dalam ekosistem CT Corp menjadi keunggulan tersendiri dibandingkan bank digital lain. Integrasi dengan bisnis lain memungkinkan layanan keuangan yang lebih luas dan inovatif. Tidak heran jika Allo Bank mampu menarik perhatian generasi muda yang menginginkan layanan praktis dan terhubung secara digital.

2. Allo Bank merupakan hasil transformasi dari bank lama

Banyak yang mengira Allo Bank adalah bank baru, padahal sebenarnya sudah berdiri sejak 1992. Awalnya, bank ini bernama PT Bank Arta Griya sebelum kemudian berganti menjadi Bank Harda. Perubahan ini menunjukkan bahwa bank tersebut sudah memiliki sejarah panjang di industri perbankan Indonesia.

Seiring waktu, kepemilikan bank ini mengalami beberapa perubahan hingga akhirnya diakuisisi oleh Mega Corpora pada 2020. Akuisisi ini menjadi titik balik penting dalam perjalanan bisnis bank tersebut. Setelah itu, bank resmi berganti nama menjadi Allo Bank pada 2021.

Transformasi menjadi bank digital dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan pasar yang terus berkembang. Layanan yang sebelumnya konvensional kini beralih menjadi berbasis aplikasi dan teknologi. Dengan strategi ini, Allo Bank berhasil menarik jutaan nasabah dalam waktu relatif singkat.

3. Kepemilikan saham Allo Bank terbagi ke beberapa pihak

Struktur kepemilikan saham Allo Bank tidak hanya dimiliki oleh satu pihak saja. PT Mega Corpora menjadi pemegang saham terbesar dengan porsi dominan yang mencapai lebih dari setengah total saham. Hal ini menegaskan posisinya sebagai pengendali utama dalam perusahaan.

Selain Mega Corpora, saham Allo Bank juga dimiliki oleh beberapa pihak lain, baik perusahaan maupun publik. Berikut rincian lengkap kepemilikan sahamnya:

  • PT Mega Corpora: 60,88 persen

  • Publik: 14,32 persen

  • PT Bukalapak Tbk: 11,49 persen

  • Abadi Investment Pte. Ltd.: 7,00 persen

  • PT Indolife Investama Perkasa: 6,00 persen

Kehadiran berbagai investor ini menunjukkan bahwa Allo Bank memiliki daya tarik tinggi di pasar. Kolaborasi dengan perusahaan teknologi seperti Bukalapak juga memperkuat posisi bank ini dalam ekosistem digital. Dengan struktur kepemilikan yang solid, Allo Bank memiliki peluang besar untuk terus berkembang di masa depan.

Pada akhirnya, jawaban dari pertanyaan allo bank punya siapa adalah Chairul Tanjung melalui CT Corp dan Mega Corpora sebagai pemegang saham pengendali. Struktur kepemilikan yang jelas dan kuat membuat Allo Bank semakin dipercaya oleh masyarakat. Dengan inovasi yang terus berkembang, bank ini berpotensi menjadi salah satu pemain utama di industri perbankan digital Indonesia.

CORTIS Jadi Headliner Allo Bank Festival 2026, COER Gak Sabar War Tiket Celios Ungkap Tantangan dan Peluang Industri Bank Digital Tahun Ini 5 Perbedaan Bank Digital dan E-Wallet