
Ifonti.com , JAKARTA — Emiten keramik, PT Arwana Citramulia Tbk. (ARNA) bersiap melaksanakan pembelian kembali (buyback) saham dengan menyiapkan dana maksimal Rp100 miliar.
Corporate Secretary ARNA Rudy Sujanto mengatakan aksi korporasi tersebut diharapkan dapat menjaga stabilitas harga saham sekaligus meningkatkan kepercayaan pemegang saham dan pemangku kepentingan.
“Dengan pembelian saham di bursa secara langsung akan membuat harga saham menjadi lebih stabil dan berdampak positif bagi para pemegang saham dan Perseroan. Harga saham yang stabil akan memberikan nilai positif dan kepercayaan bagi para pemegang saham serta para pihak yang berkontribusi kepada Perseroan,” ujar Rudy dalam keterbukaan informasi, Senin (2/3/2026).
: Penjualan Arwana Citramulia (ARNA) Tumbuh 16,54%
Berdasarkan jadwal yang disampaikan perseroan, pemberitahuan kepada OJK melalui pelaporan agenda RUPST telah dilakukan pada 23 Februari 2026. Adapun pengumuman keterbukaan informasi melalui situs web Bursa Efek Indonesia (BEI) dan situs resmi perseroan dilakukan pada 2 Maret 2026.
Pelaksanaan buyback direncanakan berlangsung selama 12 bulan, yakni mulai 9 April 2026 hingga 9 April 2027, setelah memperoleh persetujuan RUPST.
: : Arwana Citramulia (ARNA) Cetak Penjualan Rp1,42 Triliun Semester I/2025
Dalam rencana tersebut, ARNA mengalokasikan dana maksimal Rp100 miliar yang seluruhnya bersumber dari kas internal. Jumlah saham yang akan dibeli kembali akan bergantung pada harga saham di pasar, dengan ketentuan harga pembelian tidak melebihi harga transaksi sebelumnya sesuai peraturan yang berlaku.
Dari sisi biaya, perseroan memperkirakan hanya akan menanggung fee perantara pedagang efek dengan besaran maksimum 0,2017% dari setiap transaksi beli. Transaksi buyback akan dilakukan melalui BEI dengan menunjuk PT RHB Sekuritas Indonesia sebagai anggota bursa pelaksana.
: : Tandean Rustandy Siap Terima Dividen Arwana Citramulia (ARNA) Rp117,81 Miliar
Manajemen menegaskan pelaksanaan buyback diperkirakan tidak berdampak pada penurunan pendapatan maupun kegiatan operasional perseroan. Dampak terhadap biaya pembiayaan juga dinilai sangat kecil.
Secara proforma, berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025, total aset perseroan diproyeksikan turun dari Rp2,88 triliun menjadi Rp2,78 triliun setelah memperhitungkan nilai buyback maksimal Rp100 miliar. Total ekuitas diperkirakan turun dari Rp1,93 triliun menjadi Rp1,83 triliun.
Sementara itu, laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp400,47 miliar. Dengan pelaksanaan buyback, laba bersih per saham (EPS) secara proforma meningkat dari Rp56,97 menjadi Rp58,35.
Rudy menambahkan, stabilitas harga saham diharapkan dapat mencerminkan kinerja perseroan yang solid hingga saat ini dan mendorong saham bergerak menuju nilai wajar.
“Diharapkan dengan kestabilan harga akan mendorong menuju nilai yang wajar dan lebih baik dan harga saham tersebut diharapkan dapat merefleksikan proforma pencapaian kinerja Perseroan yang baik hingga saat ini,” ujarnya.
Arwana Citramulia Tbk. – TradingView ______
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.