Bank Permata bagikan dividen Rp1,27 triliun, setara Rp35 per saham

Jakarta, IDN Times – Pemegang saham PT Bank Permata Tbk menyetujui pembagian dividen tunai sebesar sekitar Rp1,266 triliun (bruto) atau setara Rp35 per saham, dari laba bersih tahun buku 2025 yang tercatat Rp3,6 triliun. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 7 April 2026.

Selain pembagian dividen, RUPST juga menyetujui pengesahan Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan 2025, penunjukan Kantor Akuntan Publik untuk audit 2026, pengangkatan kembali anggota Dewan Komisaris dan Direksi periode 2026–2029, pengangkatan Direktur baru, serta penetapan remunerasi Dewan Komisaris, Direksi, dan Dewan Pengawas Syariah.

1. Kinerja keuangan 2025 ditopang inovasi dan efisiensi operasional

Direktur Utama Permata Bank, Meliza M Rusli, menyatakan kinerja 2025 didorong oleh inovasi layanan, efisiensi operasional, dan penguatan tata kelola perusahaan yang baik dan berkelanjutan.

“Kami ingin membangun bank yang tumbuh bersama nasabah serta memperdalam hubungan jangka panjang melalui layanan yang relevan, dengan menjadi bank pilihan dan utama untuk memenuhi kebutuhan layanan perbankan sehari-hari, baik untuk individual, bisnis, dan keluarga lintas generasi. Dengan dukungan Bangkok Bank sebagai pemegang saham pengendali, Permata Bank akan terus memberikan layanan yang terbaik sekaligus menciptakan nilai tambah dan dampak positif bagi nasabah serta seluruh pemangku kepentingan,” kata Meliza dalam keterangannya, Rabu (8/4/2026).

Tren Investasi Baru: Perhiasan Batu Permata kian Diminati Orang Kaya 2. Laba setelah pajak tembus Rp3,6 triliun

Lebih lanjut, sepanjang 2025, Permata Bank berhasil membukukan laba setelah pajak sebesar Rp3,6 triliun, diikuti peningkatan total aset sebesar 3,6 persen year-on-year menjadi sebesar Rp268,3 triliun.

Dari sisi permodalan, rasio CAR dan CET-1 tercatat masing-masing 34,6 persen dan 26,6 persen, menjadikan Permata Bank sebagai salah satu bank umum komersial terbesar di Indonesia dan menjadi kunci utama dalam mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di masa depan.

3. Pengangkatan Sorakrit Phruthanontachai sebagai Direktur

Dalam mata acara kelima, RUPST menyetujui pengangkatan Sorakrit Phruthanontachai sebagai Direktur Perseroan. Pengangkatan ini akan efektif setelah seluruh persyaratan terpenuhi, termasuk diperolehnya persetujuan kemampuan dan kepatutan dari regulator terkait.

Masa jabatan Sorakrit berlaku hingga penutupan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) ketiga, yang akan dilaksanakan pada 2029, atau sewaktu-waktu dalam RUPST sesuai ketentuan Anggaran Dasar Perseroan. Sebelum diangkat menjadi Direktur, Sorakrit Phruthanontachai bekerja di Bangkok Bank selama lebih dari 27 tahun.

Komisrasis

  • Komisaris Utama : Chartsiri Sophonpanich

  • Komisaris : Chong Toh Komisaris

  • Komisaris : Niramarn Laisathit

  • Komisaris : Chalit Tayjasanant

  • Komisaris Independen : Haryanto Sahari

  • Komisaris Independen : Goei Siauw Hong

  • Komisaris Independen : Yap Tjay Soen

  • Komisaris Independen : Riswinandi

Direksi:

  • Direktur Utama: Meliza Musa Rusli

  • Direktur Kepatuhan: Dhien Tjahajani

  • Direktur: Dayan Sadikin

  • Direktur: Setiatno Budiman

  • Direktur yang membidangi Unit Usaha Syariah: Rudy Basyir Ahmad

  • Direktur: Eddie Sajoga

  • Direktur: Evi

  • Direktur: Ahmad Mikail Madjid

  • Direktur: Sorakrit Phruthanontachai*)

Perlu dicatat, masa jabatan Sorakrit Phruthanontachai akan efektif setelah seluruh persyaratan pengangkatannya terpenuhi, termasuk diperolehnya persetujuan kemampuan dan kepatutan dari regulator terkait.

Gak Cuma CORTIS, Daftar Lineup Allo Bank Festival 2026, Ada Agak Laen