
Ifonti.com JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah memantau pergerakan empat saham, yaitu PT Pelayaran Nelly Dwi Putri Tbk (NELY), PT PAM Mineral Tbk (NICL), PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) dan PT Graha Prima Mentari Tbk (GRPM).
Dalam pengumuman tanggal 6 Januari 2025, telah terjadi peningkatan harga di luar kebiasaan alias unusual market activity (UMA) pada keempat saham tersebut.
“Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal,” ujar Bursa dalam pengumuman tersebut.
Melansir RTI, saham NELY naik 20,87% dalam sepekan dan 33,87% dalam sebulan terakhir. Saham NICL naik 60,53% dalam sepekan dan 69,44% dalam sebulan terakhir.
Indosat (ISAT) Catat Trafik Data Naik 15% Selama Periode Nataru 2025/2026
Saham FORU melesat 74,02% dalam sebulan terakhir. Sementara, saham GRPM naik 58,44% dalam sepekan dan 96,77% dalam sebulan terakhir.
Terkait dengan hal itu, BEI menyarankan investor untuk melakukan beberapa hal. Pertama, memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa.
Kedua, mencermati kinerja Perusahaan Tercatat dan keterbukaan informasinya. Ketiga, mengkaji kembali rencana corporate action Perusahaan Tercatat apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS.
“Terakhir, mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi,” ungkapnya.