BEI ungkap efek domino IPO bagi ekonomi dan kesejahteraan warga Kalteng

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Bursa Efek Indonesia (BEI) Kalimantan Tengah (Kalteng) mengungkap dampak berantai atau efek domino dari perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) di daerah.

Langkah go public disebut bukan sekadar strategi mencari modal, tetapi berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi hingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalteng.

Kepala Kantor Perwakilan BEI Kalteng, Stephanus Cahyo Adiraja, menegaskan perusahaan yang melantai di bursa dan memanfaatkan dana IPO untuk ekspansi usaha akan memicu multiplier effect di sekitarnya.

“Setiap ada perusahaan yang IPO di suatu daerah dan dananya dipakai untuk mengembangkan usaha, semestinya ada multiplier effect bagi perekonomian daerah tersebut,” ujar Stephanus saat diwawancarai, Sabtu (14/2/2026).

Menurutnya, ekspansi usaha pasca-IPO biasanya berdampak langsung pada penambahan kapasitas produksi dan pembukaan lapangan kerja baru.

Aktivitas ekonomi di wilayah operasional perusahaan ikut bergerak, mulai dari sektor perdagangan hingga jasa pendukung lainnya.

Selain itu, peningkatan skala bisnis juga berpotensi mendorong kenaikan setoran pajak yang pada akhirnya berkontribusi terhadap penerimaan negara maupun daerah.

Meski belum memiliki data spesifik mengenai korelasi langsung antara aktivitas pasar modal dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Stephanus meyakini keterkaitan tersebut kuat secara ekonomi makro.

“Secara logika ekonomi, korelasi itu semestinya ada. Aktivitas bisnis yang membesar pasti berujung pada kontribusi pajak dan perputaran uang yang lebih cepat di daerah,” tegasnya.

Tak hanya korporasi, pasar modal juga dinilai memberi peluang langsung bagi masyarakat. Stephanus menyoroti pentingnya literasi investasi agar warga Kalteng bisa memanfaatkan produk-produk investasi di BEI secara bijak.

“Dari sisi investasi yang dilakukan masyarakat Kalteng terhadap produk-produk investasi di BEI, kalau dilakukan dengan benar, itu bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalteng,” ujarnya.

Ia menambahkan, masyarakat yang memperoleh keuntungan dari investasi pasar modal otomatis akan mengalami peningkatan aset keuangan.

“Untuk masyarakat Kalteng yang berinvestasi di pasar modal, apabila mendapatkan keuntungan dari hasil investasinya, otomatis akan meningkatkan aset keuangan yang dimilikinya. Hal ini diharapkan bisa menambah tingkat kesejahteraan mereka secara mandiri,” pungkas Stephanus.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi dorongan bagi pengusaha lokal agar tak ragu memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan jangka panjang, serta ajakan bagi masyarakat untuk mulai melek investasi demi masa depan finansial yang lebih kuat. (her)