
Ifonti.com Harga Bitcoin (BTC) melemah hampir 3% pada Rabu (11/2/2026), turun ke kisaran US$66.450 setelah kembali gagal mempertahankan level US$70.000 sebagai area support.
Data TradingView menunjukkan BTC sempat menyentuh level terendah mingguan di sekitar US$66.500.
Pelemahan ini mempertegas keraguan pasar, di tengah prediksi sebagian analis yang menyebut Bitcoin masih berisiko turun hingga US$50.000 atau bahkan lebih rendah.
Hasil Pertemuan Kedua dengan MSCI:BEI Bakal Terbitkan Shareholders Concentration List
Co-founder Material Indicators Keith Alan menyoroti, pentingnya area US$69.000 yang kini menjadi titik krusial.
“BTC terus menunjukkan tanda-tanda kelemahan di sekitar US$69.000. Namun jika melihat kembali ke 2024, harga menghabiskan waktu konsolidasi yang sangat panjang di kisaran ini,” tulisnya di platform X dilansir dari laman Cointelegraph.
Menurutnya, konsolidasi selama delapan bulan pada 2024 serta puncak harga 2021 telah menciptakan struktur teknikal yang kuat di level tersebut.
Level US$69.000 pun berpotensi menjadi “pedang bermata dua”. Jika muncul katalis positif dan memicu reli, maka konsolidasi tambahan akan memperkuat struktur support.
Sebaliknya, jika tren turun berlanjut, area ini akan berubah menjadi resistance yang lebih kuat dibandingkan 2024.
“Itu bukan berarti tidak bisa ditembus, tetapi dibutuhkan momentum besar untuk melakukannya. Saat ini, kami belum melihat momentum yang cukup untuk penembusan yang berkelanjutan,” ujar Alan.
Sebagai informasi, mengutip data Coinmarketcap pukul 17.60 WIB, harga BTC di level US$66.481 atau turun 3,51% dalam 24 jam terakhir dan 12,71 untuk sepekan ini.
Saham INDF Turun ke MSCI Small Cap, Masih Layak Dikoleksi?
Februari Berisiko Jadi Bulan Terburuk Sejak 2014
Dalam time frame lebih pendek, trader anonim Killa melihat peluang terbentuknya bottom lokal.
Berdasarkan data historis, harga Bitcoin kerap mencetak level tertinggi atau terendah bulanan antara hari keempat hingga ketujuh dalam satu bulan.
Ia juga mencatat pola menarik: posisi short setiap Senin selama empat bulan terakhir sejak Bitcoin mulai turun dari rekor tertinggi Oktober 2025, menghasilkan 18 kemenangan dari 19 transaksi.
Dana Jumbo BPJS Ketenagakerjaan Siap Borong Saham Usai IHSG Tergerus
Data CoinGlass menunjukkan, dengan penurunan sekitar 14,4% sejauh Februari 2026, kinerja bulan ini hampir menyamai pelemahan Februari tahun lalu.
Sejak 2013, Februari hanya tiga kali ditutup di zona merah menandakan tekanan kali ini termasuk signifikan dalam perspektif historis.