
Ifonti.com – JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahunan Tahun Buku 2025
Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) Minggu (15/2), RUPST BEI dijadwalkan pada Senin, 9 Maret 2026. Rapat dijadwalkan berlangsung secara elektronik melalui sistem eASY.KSEI di Jakarta.
Pelaksanaan RUPS tersebut mengacu pada ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait penyelenggaraan rapat perusahaan terbuka secara elektronik, dengan fasilitas yang disediakan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).
Ikut Meramaikan IIMS 2026, Adira Finance Bidik Kenaikan Pembiayaan hingga 20%
Terdapat sembilan mata acara yang akan dibahas dalam RUPST BNI. Dalam agenda rapat, BNI akan meminta persetujuan pemegang saham atas laporan tahunan dan pengesahan laporan keuangan konsolidasian tahun buku 2025, termasuk laporan tugas pengawasan dewan komisaris serta laporan program pendanaan usaha mikro dan kecil (PUMK).
Selain itu, perusahaan ini juga akan membahas penggunaan laba bersih tahun buku 2025 yang berpotensi mencakup pembagian dividen kepada pemegang saham.
Agenda lain yang tak kalah penting meliputi penetapan remunerasi direksi dan komisaris untuk tahun buku 2026, penunjukan akuntan publik, hingga pendelegasian kewenangan terkait rencana kerja jangka panjang dan rencana kerja tahunan.
BNI juga akan meminta persetujuan atas rencana pembelian kembali saham (buyback) serta pengalihan saham hasil buyback sebagai treasury stock. Langkah ini umumnya dilakukan untuk menjaga stabilitas harga saham sekaligus mendukung program kepemilikan saham bagi manajemen maupun karyawan.
Tak hanya itu, perubahan anggaran dasar turut masuk agenda, termasuk penyesuaian struktur kepemilikan saham seri A Dwiwarna. RUPS juga akan menerima laporan realisasi penggunaan dana hasil penerbitan sustainability bond tahap I tahun 2025 yang seluruhnya telah dialokasikan untuk pembiayaan proyek berkelanjutan.
Seperti diketahui, pada tahun buku 2025 BNI berhasil meraup laba bersih senilai Rp20,11 triliun sepanjang 2025. Capaian itu menyusut 7,15% secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 21,66 triliun.
Jual Beli Rekening Masih Marak, OJK Minta Bank Perketat Pengawasan
Dari sisi intermediasi, BNI membukukan pertumbuhan kredit sebesar Rp 899,53 triliun, meningkat 15,94% YoY dibanding tahun sebelumnya senilai Rp775,87 triliun. Kemudian dari sisi penghimpunan dana, BNI mencatatkan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 1.040,83 triliun, meningkat 29,21% YoY dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 805,51 triliun.