BPJS Ketenagakerjaan akan tambah porsi investasi di saham

Ifonti.com  JAKARTA. BPJS Ketenagakerjaan, salah satu investor institusional terbesar di Indonesia, siap meningkatkan investasi di saham di tengah rencana Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menggandakan minimum jumlah saham publik atau free float.

Dana sekitar US$ 120 miliar nilai pasar telah “hilang” dari pasar saham Indonesia sejak penyedia indeks MSCI memperingatkan bulan lalu bahwa Indonesia berisiko mengalami penurunan status menjadi pasar negara berkembang karena data pasar yang tersedia mengaburkan kepemilikan saham dan praktik perdagangan.

Indonesia berencana menaikkan “tingkat minimum saham yang beredar bebas, atau saham yang dapat diperdagangkan secara bebas, menjadi 15%, dari 7,5% saat ini, secara bertahap sebagai bagian dari proposal reformasi untuk mengatasi kekhawatiran MSCI.

BPJS Ketenagakerjaan Siap Tambah Alokasi Investasi Saham Hingga 25%

BPJS Ketenagakerjaan, yang mengelola aset senilai Rp 900,7 triliun (US$ 53,69 miliar), akan siap membeli beberapa saham yang baru diterbitkan dengan fundamental yang kuat. 

“Ini sejalan dengan target dana tersebut untuk meningkatkan eksposur pasar saham hingga 25% pada tahun 2028,” kata Direktur Pengembangan Investasi BPJS Ketenagakerjaan Edwin Ridwan, dalam sebuah wawancara seperti dilansir Reuters, Rabu (11/2/2026).

Free Float Naik 15%, BPJS Ketenagakerjaan Siap Tambah Alokasi Saham hingga 25%