
Ifonti.com JAKARTA. PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) berencana menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk membahas rights issue jumbo pada Kamis (26/2).
Melansir prospektus tambahan yang terbit pada 24 Februari 2026, BUVA berencana untuk melakukan rights issue alias PMHMETD II dalam jumlah sebanyak-banyaknya 50 miliar saham baru.
Ini setara dengan maksimum 203,11% dari jumlah seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan, yang akan diterbitkan dari saham portepel Perseroan dengan nilai nominal Rp 50 per saham.
Sebelum rights issue, modal yang ditempatkan dan disetor penuh pada BUVA sebanyak 24,61 miliar saham dengan nilai nominal Rp 1,23 triliun. Saham portepel sebanyak 50,38 miliar dengan nilai Rp 2,51 triliun.
Indo Premier Rilis LADI, Indikator Trading Saham Real-Time untuk Investor Ritel
Setelah rights issue, modal yang ditempatkan dan disetor penuh pada BUVA menjadi sebanyak 74,61 miliar saham dengan nilai nominal Rp 3,73 triliun. Saham portepelnya menjadi 382,94 juta dengan nilai Rp 19,14 miliar.
Manajemen BUVA menjelaskan, rights issue tersebut dilakukan untuk memperkuat struktur permodalan, sehingga memberikan perseroan tambahan dana untuk mendukung kinerja.
Apabila pemegang saham tidak melaksanakan hak memesan efek terlebih dahulu yang dimiliki olehnya dalam PMHMETD II, maka kepemilikan pemegang saham tersebut akan terkena dilusi dengan persentase maksimum sebesar 67,01% dari jumlah kepemilikan sahamnya di perseroan.
Pelaksanaan PMHMETD II diperkirakan manajemen BUVA akan memberikan dampak positif terhadap pos-pos laporan keuangan perseroan.
“Dampak tersebut antara lain berupa peningkatan nilai modal saham pada bagian ekuitas serta bertambahnya saldo kas dan setara kas pada kelompok aset lancar,” tulis manajemen BUVA dalam prospektus.
Dari perspektif rasio keuangan, rights issue ini juga diproyeksikan menghasilkan peningkatan yang signifikan pada rasio pertumbuhan aset dan rasio pertumbuhan ekuitas.
“Selain itu, rasio lancar serta rasio utang terhadap aset perseroan diperkirakan akan menunjukkan hasil yang lebih baik selaras dengan pelaksanaan aksi korporasi tersebut,” ungkapnya.
Seluruh dana hasil rights issue, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan oleh BUVA untuk keperluan belanja modal berupa pembelian lahan, pengembangan aset serta usaha, pengambilalihan perusahaan yang memiliki nilai strategis bagi pengembangan usaha, serta mewujudkan pertumbuhan anorganik perseroan dan/atau untuk pembayaran atas kewajiban perseroan dan/atau anak usaha.
“Informasi final sehubungan dengan penggunaan dana akan diungkapkan dalam prospektus yang diterbitkan dalam rangka PMHMETD II yang akan disediakan kepada pemegang saham yang berhak pada waktunya, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” katanya.
Berikut jadwal rangkaian aksi rights issue BUVA.
Pemanggilan RUPSLB : 4 Februari 2026
Pengumuman Perubahan dan/atau Tambahan Keterbukaan Informasi terkait rencana PMHMETD II : 24 Februari 2026
RUPSLB : 26 Februari 2026
Pengumuman ringkasan risalah RUPSLB : 2 Maret 2026
Penyampaian risalah RUPSLB kepada OJK dan BEI : 28 Maret 2026
Rupiah Dibuka Melemah ke Rp 16.845 Per Dolar AS Hari Ini (25/2), Paling Lemah di Asia