Bursa Asia bergerak beragam pada Jumat (9/1) pagi, investor tunggu data NFP AS

Ifonti.com  JAKARTA. Bursa Asia beragam pada perdagangan Jumat (9/1/2026) pagi dengan mayoritas indeks melemah. Investor bersiap menanti rilis data nonfarm payrolls AS dan kemungkinan keputusan Mahkamah Agung AS tentang tarif Presiden Donald Trump.

Mengutip Bloomberg, pukul 08.18 WIB, indeks Nikkei 225 naik 315,68 poin atau 0,62% ke 51.435,37, Hang Seng naik 123,23 poin atau 0,47% ke 26.272,54, Taiex turun 150,45 poin atau 0,49% ke 30.255,24, Kospi turun 32,13 poin atau 0,71% ke 4.520, ASX 200 naik 22,54 poin atau 0,26% ke 8.743,30, Straits Times turun 10,34 poin atau 0,20% ke 4.729,96 dan FTSE Malaysia naik 3,97 poin atau 0,24% ke 1.673,69.

Saham di Jepang dan Australia dibuka naik, sedangkan indeks di Korea Selatan turun.

Rebound pasar saham mulai terjadi setelah penurunan akibat tarif pada April menghadapi ujian penting dari putusan pengadilan. 

Harga Emas Menguat pada Jumat (9/1) Pagi, Mencapai US$ 4.473,30 per Ons Troi

Saat ini investor juga mulai bergeser dari saham-saham raksasa teknologi yang bernilai tinggi ke perusahaan-perusahaan yang lebih kecil.

“Saat ini masih belum jelas apakah ini hanya istirahat sejenak atau rotasi penuh,” kata Paul Ticu di Calamos Investments seperti dikutip Bloomberg.

“Pasar masih mencoba mencari arah yang tepat.”

Sementara itu, pasar Asia juga akan mencermati sejumlah data yang akan dirilis hari ini antara lain inflasi dan harga produsen China, indeks kepercayaan konsumen di Indonesia dan produksi manufaktur Malaysia.

Harga Minyak WTI Menguat Tajam, Tembus US$ 58,25 Per Barel pada Jumat (9/1) Pagi

Para investor juga berfokus pada perselisihan antara China dan Jepang. Pada Kamis (8/1) China mengatakan bahwa kontrol ekspor barang-barang dwiguna ke Jepang tidak akan berdampak pada penggunaan sipil, dan bahwa pihak-pihak yang terlibat dalam perdagangan sipil normal tidak perlu khawatir.