
Ifonti.com JAKARTA. Mayoritas bursa Asia menguat pada perdagangan Selasa (6/1/2026), karena investor mengabaikan kekhawatiran geopolitik.
Mengutip Bloomberg, pukul 08.18 WIB, indeks Nikkei 225 naik 264,93 poin atau 0,51% ke 52.094,57, Hang Seng naik 155,16 poin atau 0,59% ke 26.502,40, Taiex turun 65,99 poin atau 0,22% ke 30.043,45, Kospi turun 34,12 poin atau 0,75% ke 4.424,01, ASX 200 turun 28,63 poin atau 0,33% ke 8.700, Straits Times naik 25,49 poin atau 0,55% ke 4.706,28 dan FTSE Malaysia turun 4,07 poin atau 0,24% ke 1.675,93.
Indeks MSCI Asia Pasifik memperpanjang kenaikannya untuk hari keempat, dipimpin indeks Nikkei 225.
“Prospek positif untuk saham tetap utuh,” kata Adrian Helfert, kepala bagian investasi di Westwood seperti dikutip Bloomberg.
Harga Emas Terkoreksi Tipis, Fokus Investor Beralih ke Rilis Data Ekonomi AS
“Kepemimpinan pasar yang lebih luas seharusnya mengabaikan Venezuela sepenuhnya, kecuali jika muncul serangkaian peristiwa geopolitik yang beruntun.”
Analis Morgan Stanley Serena Tang dan Seth Carpenter dalam sebuah catatan mengatakan, tahun ini diperkirakan akan menjadi tahun yang kuat bagi aset berisiko. Tiga pilar kebijakan pelonggaran fiskal, moneter dan regulasi seharusnya bekerja bersama secara pro-siklikal.
Untuk pasar saham, tema utamanya adalah pertumbuhan pendapatan yang lebih kuat dan perluasan kepemimpinan. Sementara pembiayaan AI dan kebangkitan merger dan akuisisi akan menjadi pusat perhatian di pasar kredit.