
Ifonti.com – JAKARTA. Sejumlah emiten minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) mencatatkan kinerja keuangan yang membaik hingga kuartal III-2025, ditopang kenaikan harga jual rata-rata (ASP) CPO serta perbaikan produksi.
Sejumlah analis memberikan rekomendasi saham emiten CPO. Simak ulasan lengkap rekomendasi saham sektor CPO.
1. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)
AALI membukukan pendapatan bersih Rp 22,11 triliun per kuartal III-2025, naik 35,8% year on year (YoY) dibandingkan Rp 16,28 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Laba bersih mencapai Rp 1,07 triliun per September 2025, naik 33,57% YoY dari Rp 801,15 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Produksi CPO AALI terus menunjukkan perbaikan, dengan total produksi mencapai 882.000 ton hingga sembilan bulan pertama 2025, dibandingkan 814.000 ton pada periode sama 2024. Kondisi ini juga sejalan dengan kenaikan harga jual rata-rata (ASP) CPO menjadi Rp 14.556 per kg atau naik 14% YoY pada periode yang sama.
Simak Proyeksi IHSG untuk Perdagangan Senin (2/2) dan Rekomendasi Sahamnya
Profil perkebunan perusahaan yang mayoritas berada pada usia matang mendorong ketergantungan yang lebih tinggi terhadap pembelian tandan buah segar (TBS) dari pihak eksternal guna menjaga stabilitas operasional.
Rekomendasi: Hold
Target harga: Rp 8.000
Research Analyst Phintraco Sekuritas Aditya Prayoga
2. PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT)
Pendapatan BWPT tercatat sebesar Rp 4,19 triliun hingga akhir September 2025. Angka ini meningkat 43,0% YoY dari Rp 2,93 triliun dibandingkan periode sama tahun 2024. Ada pun laba bersih Sembilan bulan pertama 2025 sebesar Rp 271,44 miliar 52,04% YoY.
Dengan empat dari tujuh pabrik yang telah memenuhi standar, BWPT berencana mencapai status sertifikasi RSPO penuh dengan menambahkan satu pabrik bersertifikasi RSPO per tahun, dan berada di jalur yang tepat untuk menyelesaikan sertifikasi penuh pada tahun 2027.
Hal ini diperkirakan akan meningkatkan daya tarik BWPT di mata pembeli premium serta memperkuat stabilitas penjualan jangka panjang, sekaligus menempatkan BWPT secara menguntungkan di tengah semakin ketatnya persyaratan keberlanjutan CPO dalam rantai pasok global.
Optimistis IHSG Akan Naik, Senin (2/2), Menkeu Purbaya Minta Investor Tak Panik
Rekomendasi: Buy
Target harga: Rp 450
Analis Samuel Sekuritas Indonesia Juan Harahap
3. PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP)
LSIP membukukan penjualan sebesar Rp 3,96 triliun pada sembilan bulan tahun 2025 atau tumbuh 35% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Ada pun laba bersih pun naik 55% YoY menjadi Rp 1,25 triliun, sejalan dengan kenaikan laba inti (core profit) sebesar 40% YoY.
LSIP tetap mencatatkan ekspansi margin yang sehat berkat penguatan ASP. Produksi TBS inti yang lambat diimbangi oleh peningkatan pembelian TBS eksternal, sehingga total volume TBS tetap tumbuh positif sebesar 2,5% YoY pada 9M25. Peningkatan tingkat ekstraksi CPO turut mendukung kenaikan output CPO sebesar 4,1% YoY.
LSIP menambah area inti matang seluas 1.362 hektare hingga akhir September, sehingga total area matang meningkat menjadi 86.333 hektare dari 84.941 hektare pada tahun 2024. Namun demikian, produktivitas masih tergolong lemah karena tingginya porsi tanaman tua.
Rekomendasi: Buy
Target harga: Rp 1.620
Analis Ciptadana Sekuritas Asia Yasmin Soulisa