Centrepark rancang IPO masuk bursa

Ifonti.com , JAKARTA— PT Centrepark Citra Corpora atau Centrepark, merencanakan aksi penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) untuk masuk ke Bursa Efek Indonesia (BEI).

Centrepark adalah perusahaan manajemen parkir nasional dan penyedia smart mobility parking solution di Indonesia. Perseroan berfokus pada pengelolaan parkir berbasis teknologi, pengalaman pengguna, serta pengembangan ekosistem mobilitas perkotaan

Chris Haryadi, Chief Operating Officer & Acting Chief Financial Officer Centrepark, menjelaskan dalam waktu dekat perseroan sudah membuat target untuk melantai di Bursa. Tujuannya bukan hanya mencari pendanaan, tetapi juga membuktikan ada bisnis solusi teknologi lainnya yang mampu dikembangkan oleh talenta di dalam negeri.

: Timeline of PIPA IPO Manipulation Case That Leads to Three New Suspects

Selain itu, perusahaan akan memperkuat fundamental kinerja dengan basis pelanggan yang kuat. Pemegang saham Centrepark juga berpesan agar manajemen menjalankan bisnis dengan proper, prudent, dan compliance.

“Dalam waktu dekat kami sudah membuat target, rencana melantai ke Bursa. Kami tidak ingin ada ‘goreng-goreng’ saham, harus fundamental kuat. Kami ingin menyiapkan semua fundamental, menyiapkan semua bisnis, dan begitu siap, mapan, baru akan melantai,” paparnya, Rabu (4/2/2026).

: : Kasus IPO PIPA, BEI Bakal Perketat Syarat Listing dan Revisi Aturan

Pada 2026, Centrepark mengalokasikan belanja modal (capex) sekitar Rp350 miliar—Rp500 miliar. Sumber pendanaan berasal dari kas internal dan pinjaman perbankan.

Menurut Chris, seiring dengan pertumbuhan bisnis Centrepark, perusahaan malah mendapatkan banyak tawaran dari perbankan untuk mengambil kredit dengan biaya yang ideal. Hal ini membuktikan bisnis manajemen parkir dengan solusi teknologi yang mumpuni cukup menarik.

: : Emiten Baru Wajib Free Float 15%, OJK Akan Revisi Target IPO

Salah satu capex paling besar ialah ekspansi gedung parkir atau sistem parkir susun. Fasilitas ini menjadi solusi ketika trafik suatu gedung seperti mal sangat tinggi, tetapi kapasitas bangunan tidak mencukupi.

“Alokasi capex dengan catatan ke belanja yang menghasilkan cuan. Kami berdiskusi dengan pemilik lahan atau pemilik gedung untuk membuat solusi parkir yang ideal,” imbuhnya.

Charles Richard Oentomo, Chief Executive Officer Centrepark, menyampaikan pada 2026 perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar 10% hingga 15%. Target tersebut seiring dengan rencana pengembangan 100 lokasi parkir baru.

Dengan pengalaman lebih dari 16 tahun, Centrepark saat ini mengelola lebih dari 700 lokasi di 60 kota di Indonesia. Secara total, ada lebih dari 440.000 ruang parkir dan 360 juta transaksi parkir per tahun.

“Pangsa pasar kami di industri manajemen parkir masih 15%. Jadi, masih ada ruang lebih untuk bertumbuh,” ujarnya.

Sejalan dengan perkembangan industri, dia menilai smart parking bukan lagi sekadar tren, melainkan juga kebutuhan dalam membangun ekosistem mobilitas perkotaan yang terhubung.

Penerapan teknologi parkir yang terintegrasi menjadi bagian dari upaya membentuk pengalaman parkir yang lebih praktis, aman, dan sesuai dengan kebutuhan mobilitas modern.

Stephen Roy Imantaka, Chief Strategy Officer Centrepark, menyampaikan parkir kini berevolusi dari sekadar cost center menjadi value driver.

Pengelolaan parkir yang terstruktur dan berbasis data berkontribusi pada peningkatan nilai properti, kualitas pengalaman pengunjung, serta mendukung pengembangan ekosistem smart mobility perkotaan, termasuk kesiapan terhadap adopsi kendaraan listrik.

Seluruh operasional didukung oleh ekosistem teknologi Centrepark yang terintegrasi, mencakup gate system, License Plate Recognition, vehicle counting, parking guidance, serta centralized control room.

“Seluruh sistem solusi parkir ini kami kembangkan sendiri,” tambahnya.