
Ifonti.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada perdagangan hari ini setelah dibuka di zona hijau.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI, IHSG merosot 0,69% atau terpangkas 51,51 poin ke level 7.389,39 pada penutupan perdagangan Rabu (11/3/2026).
IHSG tertekan penurunan lima indeks sektoral di BEI. Sektor yang turun paling dalam adalah energi 2,01%, disusul perindustrian 1,34%, infrastruktur 0,96%, barang konsumen non primer 0,56% dan transportasi 0,35%
Realisasi Kinerja Lampaui Target 2025, Begini Prospek Saham GOTO
Sementara empat sektor lainnya yang menguat adalah Kesehatan 0,29%, disusul barang konsumen primer 0,27%, properti dan real estate 0,17% dan keuangan 0,03%.
Total volume perdagangan saham di BEI hari ini mencapai 31,92 miliar dengan nilai transaksi Rp 15,13 triliun.
Analis memberikan rekomendasi teknikal sejumlah saham untuk perdagangan Kamis (12/3/2026). Simak ulasan lengkapnya:
1. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)
Pergerakan saham AMRT masih bergerak konsolidasi dalam rentang demand area 1.400 – 1.480 dengan RSI mulai meningkat dan mencoba keluar dari area oversold. Pada perdagangan Rabu (11/3), saham AMRT ditutup menguat 0,35% menjadi Rp 1.440 per saham.
Rekomendasi: Buy on Break
Support: Rp 1.390
Resistance: Rp 1.590
VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi
2. PT Bukit Asam Tbk (PTBA)
Pertimbangan terhadap pergerakan PTBA yakni muncul hammer candle dengan RSI melemah dan volume perdagangan menurun. Hati-hati jika jebol bawah Rp 2.830, maka bisa ke Rp 2.750. Pada perdagangan Rabu (11/3), saham PTBA ditutup melemah 2,71% menjadi Rp 2.870 per saham.
Rekomendasi: Sell On Strength
Support: Rp 2.750
Resistance: Rp 2.990
Head Online Trading BCA Sekuritas, Achmad Yaki
3. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)
Pergerakan saham TLKM disertai dengan munculnya volume pembelian. Kami perkirakan, posisi TLKM saat ini sedang berada pada bagian dari wave [v] dari wave C dari wave (2). Pada perdagangan Rabu (11/3), saham TLKM ditutup menguat 1,35% menjadi Rp 3.000 per saham.
Rekomendasi: Buy on Weakness
Support: Rp 2.750
Resistance: Rp 3.120
Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana