Cisadane Sawit Raya (CSRA) catat produksi TBS inti 354.290 ton sepanjang 2025

Ifonti.com JAKARTA. PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) mencatatkan produksi tandan buah segar (TBS) inti sebesar 354.290 ton sepanjang 2025.

Raihan itu meningkat dibandingkan produksi TBS inti 319.085 ton di tahun 2024, sehingga dapat menjaga tingkat pertumbuhan secara Compounded Annual Growth Rate (CAGR) sejak tahun 2020 sebesar 2,9%.

Pada tahun 2025, total luas lahan tertanam inti perseroan mencapai 20.890,6 hektar (ha). Hal itu mencerminkan peningkatan 4,1% dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 20.067,6 ha. 

Dari luas lahan perkebunan yang tertanam tersebut, seluas 17.644,0 ha ditanami tanaman yang menghasilkan (mature).  Secara umum, profil tanaman CSRA masuk dalam kategori produktif, dikarenakan umur tanaman yang masih muda. 

Kinerja Cisadane Sawit Raya (CSRA) Positif Sepanjang 2025, Ini Pendorongnya

Tanaman berusia 4-7 tahun menempati area seluas 2.018,8 ha, tanaman berusia 8-17 tahun menempati area seluas 11.337,2 ha. Sisanya, tanaman berusia di atas 18 tahun menempati area seluas 4.288,0 ha.

Dengan kenaikan produksi TBS, produksi CPO juga terpantau naik. CSRA mencatat produksi CPO 103.901 ton sepanjang 2025, naik 86,5% YoY dari 55.700 ton. 

Sejalan, produksi kernel tercatat 23.454 ton sepanjang tahun 2025, naik 98,7% YoY dari 11.801 ton di tahun 2024.

  CSRA Chart by TradingView  

Di tahun 2026, CSRA pun berencana untuk melakukan ekspansi dalam menyambut peluang dan tantangan di industri sawit.

CSRA saat ini sedang membidik lahan baru di kabupaten Musi Banyuasin yang berdekatan dengan area perkebunan yang telah dimiliki dan dioperasikan oleh entitas perseroan, yaitu PT Daya Agro Lestari. 

Pefindo Tetapkan Peringkat Cisadane Sawit Raya (CSRA) di idA- dengan Prospek Stabil

Pengembangan ini dinilai strategis dan dilakukan guna mempermudah proses integrasi operasional, meningkatkan efisiensi pengelolaan sumber daya, serta mengoptimalkan infrastruktur dan sistem logistik yang sudah tersedia.

“Nantinya lahan baru tersebut akan dikelola oleh entitas Perseroan lainnya yaitu PT Bintang Kenten Lestari,” katanya dalam keterbukaan informasi tanggal 27 Maret 2026.

Selain itu, tahun 2026 juga merupakan tahun penting untuk pelaksanaan tujuan strategis dan percepatan kemajuan di seluruh lini perusahaan. 

CPO Masuk Perjanjian Tarif RI-AS, Begini Tanggapan Sawit Sumbermas Sarana (SSMS)

”Kami memprioritaskan penciptaan arus kas yang kuat dan berkelanjutan seiring dengan implementasi berbagai langkah pengembangan strategis yang sedang dijalankan,” ungkapnya.