Climage Impact Innovation Challenge Cari Solusi Energi hingga Ekonomi Sirkular

Climate Impact Innovations Challenge (CIIC) – kompetisi teknologi inovasi iklim terbesar yang digelar sejak 2023 – mencari para inovator teknologi untuk memamerkan inovasi berkelanjutan dalam menghadapi tantangan ekologis dan dampak perubahan iklim. Kompetisi yang memasuki tahun keempat ini akan fokus pada solusi transisi energi, solusi pangan dan alam, serta ekonomi sirkular.   

Untuk trek transisi energi, solusi inovatif yang diminta perlu mendorong adopsi energi terbarukan, sistem mobilitas berkelanjutan, dan efisiensi sumber daya. Tujuannya, memungkinkan transisi energi yang inklusif dan hemat biaya agar bermanfaat untuk masyarakat dan industri. 

Untuk solusi pangan dan alam, inovasi yang diharapkan dapat mendorong pelestarian, pemulihan, atau perbaikan di berbagai ekosistem darat dan karbon biru. Ini termasuk pertanian yang memiliki resiliensi terhadap perubahan iklim dan sistem pangan berkelanjutan. Trek ini bertujuan mewujudkan strategi inklusif untuk menjamin ketahanan pangan dan memulihkan keseimbangan ekologis. 

Trek ketiga, yaitu ekonomi sirkular, ingin menampung solusi yang mendorong sirkularitas limbah dan air, serta membantu beradaptasi dengan bencana iklim. Tujuannya, mencegah sekaligus mengelola polusi, meningkatkan kesehatan masyarakat, serta mengurangi emisi gas rumah kaca dengan signifikan.

Baca juga:

  • East Ventures dan Temasek Foundation Selenggarakan Kompetisi CIIC 2025
  • Kelola Sampah Plastik, Waste4Change Juara Kompetisi Inovasi Iklim CIIC

Tahun ini, CIIC berkomitmen memberikan penghargaan khusus berupa kredit karbon pra-pembelian senilai US$ 1 juta atau sekitar Rp 16,9 miliar kepada finalis terpilih. 

Kompetisi ini berlangsung dari April hingga Oktober, dengan rincian agenda berikut:

  • Periode pendaftaran (April – Juni 2026)
  • Pengumuman finalis (Agustus 2026)
  • Mentorship (Agustus 2026)
  • Grand Finale (September/Oktober 2026)

Ada East Ventures Dibalik Kompetisi

CIIC dihadirkan oleh East Ventures, perusahaan venture capital terkemuka yang telah mendukung lebih dari 300 perusahaan teknologi di Asia Tenggara, termasuk Temasek Foundation. Sebagai informasi, Temasek Foundation merupakan organisasi filantropi berbasis di Singapura yang mendukung inisiatif pembangunan berkelanjutan di Asia.

Kali ini, East Ventures turut menggandeng mitra baru Tencent, konglomerat teknologi multinasional asal Tiongkok. 

“Kami merasa terhormat untuk kembali menghadirkan CIIC 2026, yang mencerminkan keyakinan kuat kami bahwa teknologi dan kewirausahaan adalah penggerak utama solusi iklim,” kata Partner East Ventures Avina Sugiarto, dalam keterangan resminya dikutip pada Kamis (9/4).

Sejak diresmikan pada Maret 2023, CIIC telah memberikan dampak positif melalui inovasi-inovasi yang dilahirkan. Dengan dukungan katalis yang diberikan, para pemenang sebelumnya telah mencapai tonggak penting dalam teknologi, komersialisasi, dan validasi global.

Di antaranya, BANIQL telah berkembang dan menjadi contoh nyata bagi dampak sektor hilir. BANIQL mengembangkan teknologi eksklusif dalam produksi bahan baku nikel, khususnya untuk aplikasi baterai dari bijih. Inovasi ini berpotensi mengurangi jejak lingkungan dari produksi nikel secara signifikan.

Didukung oleh CIIC, BANIQL kemudian memperoleh dana hadiah tambahan dari Pemerintah Korea Selatan untuk mendukung komersialisasi global produk nikelnya. Kemajuannya juga telah diakui secara internasional dengan terpilihnya BANIQL dalam kelompok Creative Destruction Lab Minerals 2024-2025 dan statusnya sebagai finalis WIPO Global Awards 2025. 

Teknologi BANIQL menunjukkan penggunaan energi hingga 95% lebih rendah dan konsumsi air hingga 80% lebih rendah dibandingkan dengan metode produksi nikel konvensional.

Contoh berdampak lainnya berasal dari Qarbotech. Solusi iklim dari Qarbotech dapat diterapkan secara luas untuk pertanian. 

Perusahaan ini fokus mendongkrak produktivitas pertanian melalui peningkatan fotosintesis, yang menunjukkan peningkatan hasil panen hingga 30%. Solusi ini bahkan telah divalidasi oleh pihak ketiga di lebih dari 40 jenis tanaman dan 8.000 hektar lahan pertanian komersial. 

Qarbotech juga terpilih sebagai salah satu Breakthrough Energy Fellow 2025, menjadi perusahaan Malaysia pertama yang bergabung dalam program tersebut.

Dari beberapa edisi terakhir, CIIC telah menerima lebih dari 1.300 peserta dari lebih dari 60 negara.

Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran, kunjungi situs web CIIC di climateimpactinnovations.com.