Di bawah bayang perang, Iran tetap gelar salat Idulfitri

Ribuan umat Muslim melaksanakan salat Idulfitri di Iran pada 21 Maret di tengah perang yang masih berlangsung dengan Amerika Serikat dan Israel. Iran, yang mayoritas penduduknya beraliran Syiah, merayakan Idulfitri satu hari lebih lambat dibandingkan sebagian besar negara Muslim lainnya yang mayoritas Sunni.

Berdasarkan laporan AFP, pemimpin tertinggi Iran semestinya memimpin salat Id. Namun, Ayatollah Mojtaba Khamenei, tidak tampak menghadiri salat tersebut. Mojtaba belum terlihat di hadapan publik sejak pengangkatannya pada awal Maret, menggantikan Ayahnya Ayatollah Ali Khamenei yang tewas dibunuh di awal serangan Amerika dan Israel, akhir Februari lalu. 

Kepala lembaga peradilan Gholam Hossein Mohseni Ejei hadir dalam salat yang digelar di Masjid Agung Imam Khomeini, di pusat Ibu Kota Iran, Teheran. Banyak jemaah mengikuti salat dari luar area masjid karena keterbatasan ruang. Televisi pemerintah menayangkan kerumunan besar di sekitar lokasi, meskipun terdapat risiko serangan.

Televisi Iran juga menayangkan pelaksanaan salat Id di sejumlah wilayah lain, seperti Arak di bagian tengah, Zahedan di tenggara, dan Abadan di wilayah barat.

Negara-negara berkonflik masih saling serang di tengah perayaan Idulfitri. Kantor berita di Iran Fars News Agency melaporkan serangan udara kembali terjadi pada malam penutupan puasa, menargetkan beberapa distrik di Teheran dan wilayah sekitarnya, serta kota Isfahan di Iran bagian tengah. 

Sedangkan Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC mengumumkan telah menyerang lebih dari 55 basis Amerika Serikat dan Israel di kawasan. Lima instalasi militer Amerika Serikat menjadi sasaran dalam operasi itu, yakni pangkalan di Al-Kharj (Arab Saudi), Al-Dhafra (Uni Emirat Arab), Ali Al-Salem (Kuwait), Erbil (Kurdistan Irak), serta markas Armada Kelima AS (Bahrain).

IRGC menyebut serangan dilakukan menggunakan sistem rudal Qiam dan Emad, serta drone tempur. IRGC menambahkan bahwa operasi militer juga difokuskan pada zona-zona strategis yaitu pelabuhan Haifa yang diduduki Israel serta kota Tel Aviv.